Kronologi Lengkap Pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid: Analisis LIVE SCORE dan Laporan Mendalam SKOR BOLA 365
Xabi Alonso tidak lagi menjadi pelatih Real Madrid. Keputusan pemecatan diumumkan hanya 233 hari setelah ia diangkat. Kekalahan dari Barcelona di final Supercopa Spanyol menjadi pemicu akhir, namun runtuhnya otoritas Alonso telah berlangsung selama berbulan-bulan. SKOR BOLA 365 menyajikan analisis mendalam dari balik layar, lengkap dengan data LIVE SCORE yang mencatat setiap titik balik kritis dalam karir singkatnya di Santiago Bernabéu.
Baca Juga : Debut Pahit Arbeloa, Real Madrid Tersingkir Tim Divisi Dua: Analisis Lengkap SKORBOLA365
Prediksi tentang Trent Alexander-Arnold yang Jadi Pertanda
Tidak lama sebelum dipecat, Xabi Alonso membuat pernyataan penting tentang salah satu rekrutannya, Trent Alexander-Arnold. Bek sayap Inggris itu dibawa dari Liverpool dengan harapan besar. Alonso meyakinkan publik, “Saya pikir kita akan melihat Trent yang lebih baik… Dia mulai merasa seperti dirinya sendiri”. Sayangnya, prediksi ini tidak pernah sempat terbukti. Pemecatannya terjadi sebelum Alexander-Arnold bisa menunjukkan performa terbaiknya. Momen ini menjadi simbol dari visi Alonso yang terputus di tengah jalan. Pantau terus performa pemain dan pelatih dengan LIVE SCORE terupdate di platform SKOR BOLA 365.
SKOR BOLA 365 Membedah Puncak Konflik: Pemberontakan Vinícius Júnior
Insiden paling memalukan terjadi pada Oktober lalu, di tengah kemenangan penting atas Barcelona. Saat ditarik keluar di menit ke-72, Vinícius Júnior meledak. Ia berjalan langsung ke terowongan sambil berteriak, “Aku akan meninggalkan tim ini, lebih baik aku pergi!”. Reaksi klub justru memperburuk keadaan. Madrid memilih untuk tidak memberi sanksi pada Vinícius. Lebih parah lagi, saat meminta maaf secara publik, sang bintang sengaja tidak menyebut nama Alonso sama sekali. Bagi pemain lain, ini adalah sinyal jelas bahwa otoritas pelatih mereka tidak didukung oleh manajemen.
Data LIVE SCORE Menunjukkan Runtuhnya Performa Tim
Setelah insiden Vinícius, performa tim merosot drastis. Catatan LIVE SCORE menunjukkan periode suram di November dan Desember. Dari tujuh pertandingan, Madrid hanya menang dua kali. Mereka menderita kekalahan memalukan dari Celta Vigo di liga dan kebobolan lima gol dari Atletico Madrid dalam derbi. Keunggulan lima poin di puncak klasemen La Liga pun berubah menjadi ketertinggalan empat poin dari Barcelona. Setiap update LIVE SCORE pada periode itu mencatat makin dalamnya krisis kepercayaan di dalam tim.
Analisis SKOR BOLA 365: Akar Masalah dari Kursi Kepresidenan
Konflik bukan hanya terjadi di lapangan. Masalah utama justru berawal dari kursi kepresidenan. Florentino Pérez, sang presiden klub, sejak awal tidak sepenuhnya yakin dengan pengalaman Alonso yang dinilai masih minim. Alonso merasa tidak mendapat dukungan penuh dari Pérez, suatu “handikap fatal” bagi seorang pelatih di Madrid. Perbedaan visi juga muncul dalam rekrutmen. Alonso menginginkan gelandang pengatur tempo seperti Martín Zubimendi, tetapi permintaannya ditolak klub yang merasa skuad sudah cukup. Untuk analisis mendalam tentang politik internal klub besar, kunjungi terus SKOR BOLA 365.
Momen Akhir: Guard of Honour yang Diabaikan dan Isyarat Tangan Mbappé
Final Supercopa melawan Barcelona menjadi pertandingan terakhir Alonso. Kekalahan 3-2 adalah pukulan telak. Namun, momen paling memilukan terjadi setelah peluit akhir berbunyi. Saat Barcelona akan naik podium, Alonso memberi isyarat kepada pemainnya untuk membentuk guard of honour sebagai penghormatan. Ia melambaikan tangannya, tetapi tidak ada satu pun pemain yang bergerak. Sebaliknya, Kylian Mbappé justru memberi isyarat agar rekan-rekannya bergerak ke arah lain. Alonso hanya bisa terdiam, menyadari bahwa perintahnya tidak lagi didengar. Gambar itu viral dan menjadi bukti akhir bahwa ia telah kehilangan kendali sepenuhnya.
Setelah Alonso: Masa Depan Madrid dan Jejak LIVE SCORE Selanjutnya
Dengan Alonso pergi, Madrid menunjuk Álvaro Arbeloa, mantan rekan setim sekaligus sahabatnya, sebagai pelatih sementara. Langkah ini dianggap sebagai upaya menenangkan ruang ganti. Sementara itu, masa depan Alonso sendiri masih terbuka. Meski gagal di Madrid, reputasinya sebagai pelatih jenius dari masa di Bayer Leverkusen tetap terjaga. Namanya masih dikaitkan dengan klub-klub top Eropa. Bagi penggemar yang ingin memantau perkembangan cepat jejaknya dan performa Real Madrid pasca-Alonso, mengandalkan update LIVE SCORE dari sumber terpercaya adalah kunci. Dapatkan semua analisis lanjutan dan berita transfer terkini di SKOR BOLA 365.

