skorbola365 – Mantan pelatih timnas Inggris, Sir Gareth Southgate, mengungkapkan pandangannya mengenai perubahan struktur kepemimpinan di klub-klub sepak bola modern. Ia menilai bahwa otoritas seorang manajer kini semakin berkurang seiring berkembangnya peran direktur sepak bola, teknis, dan olahraga.
Menurut Southgate, meskipun ia tidak mempermasalahkan perubahan tersebut, kenyataannya para pelatih tetap menghadapi tekanan besar seperti era sebelumnya.
Baca juga : SKOR BOLA 365: Analisis Kekalahan Como dari AC Milan dan Sportivitas Cesc Fabregas

Perubahan Struktur: Dari Manajer ke Pelatih Kepala
Southgate menjelaskan bahwa pergeseran dari sistem “manajer” ke “pelatih kepala” telah mengubah keseimbangan kekuasaan di dalam klub. Kini, banyak keputusan strategis berada di tangan direktur atau eksekutif klub yang langsung melapor kepada pemilik atau CEO.
Ia menyebutkan bahwa peran baru ini secara struktural menempatkan pelatih di bawah pengambil kebijakan utama. Meski begitu, Southgate menganggap sistem ini tidak sepenuhnya negatif karena dapat membantu klub membangun strategi jangka panjang yang lebih stabil.
Contoh Kasus: Madrid, United, dan Chelsea
Komentar Southgate muncul setelah beberapa klub besar berpisah dengan pelatih kepala mereka sejak awal tahun. Real Madrid, Manchester United, dan Chelsea menjadi contoh nyata bagaimana tekanan internal bisa memengaruhi masa jabatan seorang pelatih.
Dalam unggahan di LinkedIn, Southgate menyebut bahwa Xabi Alonso (Madrid), Ruben Amorim (United), dan Enzo Maresca (Chelsea) memang pergi dengan situasi berbeda. Namun, ia menilai bahwa akar masalahnya sama: perebutan kekuasaan dengan eksekutif klub, staf, atau bahkan pemain.
Konflik Internal yang Menentukan Nasib Pelatih
Maresca, misalnya, meninggalkan Chelsea melalui kesepakatan bersama setelah terjadi perbedaan pandangan dengan petinggi klub. Sementara itu, Amorim secara terbuka mengkritik manajemen Manchester United sebelum akhirnya dipecat.
“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya pelatih Manchester United,” ujar Amorim kepada media, mengisyaratkan adanya campur tangan dari pihak internal klub.
Situasi seperti ini semakin sering terjadi di sepak bola modern, termasuk di klub-klub besar yang hasil pertandingannya selalu dipantau melalui platform seperti Skor Bola 365 dan layanan Livescore.
Southgate: Evolusi yang Tidak Bisa Dihindari
Southgate menegaskan bahwa erosi otoritas manajer bukanlah fenomena baru, melainkan proses bertahap yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, perubahan ini semakin cepat sejak banyak klub memperkenalkan posisi direktur sepak bola atau teknis.
Namun, ia menilai bahwa strategi, budaya, perencanaan, dan kesinambungan adalah fondasi penting bagi kesuksesan organisasi mana pun, termasuk klub sepak bola.
“Secara pribadi, saya tidak memiliki masalah dengan evolusi ini,” tulis Southgate. “Selama klub memiliki arah yang jelas dan struktur yang solid, peluang untuk sukses tetap terbuka.”
Dalam dunia sepak bola modern yang serba cepat, di mana hasil pertandingan terus dipantau lewat Skor Bola 365 dan Livescore, peran pelatih mungkin berubah, tetapi tekanan untuk meraih kemenangan tetap sama besar seperti sebelumnya.

