Manchester United Gelar Bukber di Old Trafford, Iftar Spesial

Foto udara (bird's-eye view) Stadion Old Trafford yang megah dengan tulisan "MANCHESTER UNITED" di kursi tribun merah; terdapat logo SKORBOLA365 kuning di kiri bawah dan teks "Manchester United Gelar Bukber di Old Trafford, Iftar Spesial" pada bilah kuning di bagian bawah.

Old Trafford Jadi Lokasi Bukber Ramadan 2026, Suporter Muslim Man United Gelar Iftar Spesial

Untuk pertama kali dalam sejarah, stadion legendaris Old Trafford berubah fungsi. Bukan untuk laga atau tur. Stadion ini menjadi rumah iftar komunitas Muslim Manchester United.

SKORBOLA365 – MU kembali menunjukkan wajah inklusifnya. Komunitas suporter Muslim pertama yang diakui resmi klub, Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) , menggelar buka puasa bersama di Stadion Old Trafford. Acara ini dijadwalkan pada 24 Februari 2026. Kegiatan ini dikhususkan bagi 80 anggota komunitas.

Ini bukan sekadar acara tahunan. Ini adalah simbol bahwa sepak bola dan spiritualitas berjalan beriringan. Informasi lebih lanjut tentang program inklusivitas Manchester United dapat Anda simak di SKORBOLA365.

Baca Juga : Alvaro Morata Buka Suara soal Perceraian – Bukan Orang Ketiga

Detail Acara Iftar di Old Trafford untuk MU

Panitia memutuskan mengadakan acara secara terbatas. Hanya anggota Manchester United Muslim Supporters Club yang dapat hadir. Kuota ditetapkan sebanyak 80 orang. Keputusan ini diambil demi kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.

Pada penyelenggaraan perdana tahun 2025, acara serupa dihadiri 160 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari anggota komunitas, karyawan klub, hingga pemain akademi MU. Tahun ini, jumlah sengaja dikurangi. Tujuannya untuk pengalaman yang lebih intim dan spiritual.

Old Trafford bukan sekadar stadion. Ini adalah Teater Impian, rumah MUsejak 1910. Membayangkan azan berkumandang di stadion ini sulit dilukiskan. Namun inilah yang akan terjadi pada 24 Februari nanti. Ruang yang biasanya dipenuhi sorak-sorai suporter berubah menjadi ruang ibadah yang khusyuk.

Qori Ibi Idris Jadi Jantung Spiritual Acara Manchester United

Panitia menghadirkan sosok istimewa: Ibrahim Idris, akrab disapa Ibi Idris. Qori internasional ini mengemban tiga peran penting. Ia bertugas sebagai muadzin yang mengumandangkan azan. Ia juga memimpin pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Selain itu, ia menjadi imam salat berjemaah.

Kehadiran Ibi Idris menjadi pembeda signifikan. Panitia menilai kemampuannya menciptakan suasana ibadah yang khusyuk. Hal ini akan memberikan dimensi spiritual lebih mendalam. Profil dan rekam jejak MU dalam mendukung keberagaman dapat diikuti di SKORBOLA365.

Visi Besar di Balik Iftar Spesial Manchester United

Asif Mahmood, Presiden Manchester United Muslim Supporters Club, menjelaskan tujuan utama acara ini. “Kami ingin menciptakan ruang yang hangat dan inklusif. Baik yang beragama Islam maupun tidak, semua dapat bergabung merayakan kebersamaan,” ujarnya.

Acara ini dirancang bukan hanya untuk ibadah. Ada sesi pembagian makanan dan minuman khas buka puasa. Ada pula permainan kecil untuk mempererat persaudaraan. Semua elemen ini dirancang untuk memperkuat ikatan antar anggota komunitas Manchester United.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata keberagaman di lingkungan Manchester United. Klub telah beberapa kali menunjukkan komitmennya terhadap inklusivitas. Sebelumnya, MU membuka ruang khusus ibadah multi-agama di Old Trafford. Ruang ini dapat digunakan hingga 20 orang sekaligus.

Komunitas MUMSC sendiri baru berdiri pada Agustus 2024. Dalam waktu singkat, keanggotaannya telah melampaui 2.000 orang. Pertumbuhan eksponensial ini menunjukkan tingginya kebutuhan ruang aman bagi suporter Muslim di stadion Manchester United.

Tabel: Fakta Kunci Acara Iftar Manchester United Muslim Supporters Club 2026

Aspek Detail
Tanggal Pelaksanaan 24 Februari 2026
Lokasi Stadion Old Trafford, Manchester
Kuota Peserta 80 anggota MUMSC
Bintang Tamu Ibrahim Idris (Qori Internasional)
Peran Ibi Idris Muadzin, Imam, Pembaca Al-Qur’an
Penyelenggara Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC)
Presiden MUMSC Asif Mahmood
Jumlah Anggota MUMSC Lebih dari 2.000 orang

Sepak Bola sebagai Alat Pemersatu Komunitas MU

Inisiatif ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah pernyataan tegas bahwa sepak bola dapat menjadi jembatan, bukan tembok. MU menunjukkan bahwa stadion bukan hanya milik satu golongan. Stadion adalah rumah bagi semua yang mencintai permainan ini.

Asif Mahmood menegaskan, “Kami ingin menunjukkan bahwa cinta terhadap sepak bola dapat bersatu dengan nilai-nilai agama dan budaya.” Kalimat ini merangkum esensi dari seluruh acara Manchester United.

Komitmen MU terhadap inklusivitas juga tercermin dari keterlibatan pemain. Noussair Mazraoui, bek asal Maroko, baru-baru ini mengadakan pertemuan khusus dengan anggota MUMSC. Ia berbagi pengalaman tentang bagaimana keyakinan Islam memengaruhi hidupnya.

“Never lose faith in your prayers,” pesan Mazraoui kepada para penggemar muda Manchester United. Kehadirannya menjadi bukti bahwa klub serius merangkul komunitas Muslim.

Tradisi yang Terus Dipelihara Manchester United

Acara iftar di Old Trafford tahun ini diprediksi menjadi lebih berkesan. Kehadiran Ibi Idris dan pembatasan kuota justru menciptakan eksklusivitas. Hal ini memperdalam pengalaman spiritual peserta.

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan. Jika tahun lalu dihadiri 160 orang, tahun ini 80 orang. Ini bukan penyusutan, melainkan strategi mematangkan konsep. Dengan format lebih intim, panitia dapat mengevaluasi setiap detail sebelum memperluas jangkauan. Semua ini dilakukan demi kemajuan komunitas Manchester United.

Ketika Azan Berkumandang di Teater Impian MU

Bayangkan. Ribuan kursi kosong di tribun. Rumput hijau yang biasanya jadi arena pertarungan sedang beristirahat. Di tengah keheningan itu, suara merdu Ibi Idris menggema. Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Untuk beberapa saat, Old Trafford bukan lagi stadion sepak bola. Ia adalah masjid, musala, ruang ibadah bagi puluhan insan yang berpuasa. Ini adalah momen yang melampaui sekadar acara klub. Ini adalah pernyataan bahwa keberagaman bukan ancaman, melainkan kekayaan.

Man United telah membuka pintu. Kini giliran kita menikmati pemandangan indah dari keterbukaan itu. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi seluruh suporter Setan Merah. Semoga Teater Impian terus menjadi rumah bagi semua pendukung Manchester United.