skorbola365 – Masa depan Oliver Glasner sebagai manajer Crystal Palace kini berada di ujung tanduk. Performa buruk tim dalam beberapa pekan terakhir membuat posisinya semakin tertekan, baik dari manajemen maupun para pendukung.
Pelatih asal Austria berusia 51 tahun itu sebelumnya telah mengumumkan akan meninggalkan klub pada akhir musim saat kontraknya berakhir. Namun, situasi yang memburuk membuat evaluasi terhadap posisinya dilakukan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Baca juga : Man City vs Newcastle: Prediksi Liga Inggris 22 Februari 2026

Tekanan dari Suporter dan Hasil Buruk Beruntun
Tekanan terhadap Glasner semakin meningkat setelah hasil imbang 1-1 melawan Zrinjski Mostar di ajang Conference League. Dalam laga tandang tersebut, sebagian suporter Palace meneriakkan “kami ingin Glasner keluar” sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim.
Dalam 15 pertandingan terakhir, Palace hanya meraih satu kemenangan. Catatan ini memperburuk posisi mereka di klasemen Liga Inggris dan menimbulkan kekhawatiran besar soal ancaman degradasi.
Bahkan, The Eagles mengalami kekalahan memalukan dari tim non-liga Macclesfield di ajang Piala FA. Saat ini, Palace terpuruk delapan poin di atas zona degradasi dengan 12 pertandingan tersisa. Situasi ini membuat para penggemar setia yang biasa mengikuti perkembangan melalui Skor Bola 365 semakin cemas menantikan hasil positif.
Inkonsistensi Performa Kandang
Meskipun sempat meraih kemenangan penting atas rival Brighton di laga tandang awal bulan ini, Palace gagal mempertahankan konsistensi. Mereka belum meraih kemenangan kandang sejak November.
Catatan ini tentu menjadi alarm bahaya bagi manajemen klub. Apalagi, pertandingan kandang berikutnya melawan Wolves yang berada di posisi terbawah klasemen akan menjadi laga krusial untuk menentukan arah musim Palace.
Para pengamat yang rutin mengikuti statistik di Skor Bola 365 menilai laga kontra Wolves bisa menjadi penentu nasib Glasner di kursi pelatih.
Pernyataan Jujur Glasner Soal Performa Tim
Menjelang pertandingan melawan Wolves, Glasner secara terbuka mengakui tanggung jawab atas kondisi tim saat ini.
Ia menyatakan bahwa dirinya belum mampu menggantikan pemain yang telah dijual klub dan belum berhasil mengintegrasikan pemain baru secara optimal. Selain itu, ia juga menyoroti padatnya jadwal sebagai tantangan besar yang belum bisa diatasi dengan baik.
Namun, Glasner juga mengingatkan bahwa ia adalah manajer paling sukses dalam sejarah klub. Musim lalu, ia membawa Palace meraih Piala FA dan Community Shield, serta mencatatkan salah satu musim Liga Premier terbaik dalam satu dekade terakhir. Keberhasilan tersebut mengantarkan Palace tampil di kompetisi Eropa musim ini.
Laga Penentuan di Depan Mata
Crystal Palace kini menghadapi dua pertandingan penting dalam waktu dekat. Setelah menjamu Wolves di liga, mereka akan melakoni leg kedua Conference League melawan Zrinjski Mostar.
Hasil dari dua laga ini diyakini akan sangat memengaruhi keputusan manajemen terkait masa depan Glasner. Jika hasil positif gagal diraih, bukan tidak mungkin Palace mengambil langkah cepat sebelum akhir musim.
Dengan tekanan dari suporter, performa yang belum stabil, serta ancaman degradasi yang nyata, masa depan Oliver Glasner di Selhurst Park benar-benar berada dalam ketidakpastian.

