skorbola365 – Selama beberapa menit, para pendukung Burnley percaya mereka sedang menyaksikan salah satu comeback terbesar dalam sejarah Premier League. Tertinggal 3-0 dari Brentford di babak pertama, The Clarets bangkit dengan luar biasa dan sempat berbalik unggul 4-3.
Namun harapan itu pupus akibat dua keputusan VAR yang kontroversial. Laga yang awalnya berpotensi menjadi malam bersejarah berubah menjadi kekecewaan mendalam bagi Burnley.
Baca juga : Live Score Liverpool vs West Ham United 5-2 | SKORBOLA365

Comeback Luar Biasa yang Hampir Sempurna
Burnley tampil buruk di babak pertama dan tertinggal tiga gol dari Brentford. Situasi tersebut membuat peluang mereka bertahan di Premier League semakin menipis.
Namun, semangat juang tim asuhan Scott Parker patut diacungi jempol. Mereka perlahan mengejar ketertinggalan hingga akhirnya Zian Flemming mencetak gol pada menit ke-78 yang membuat skor menjadi 4-3.
Stadion bergemuruh. Para suporter percaya tim kesayangan mereka akan mencatat sejarah sebagai tim keenam di Premier League yang mampu menang setelah tertinggal 3-0.
Bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan Skor Bola 365, momen ini terasa seperti kisah klasik penuh drama yang jarang terjadi.
Gol Dianulir Karena Offside Tipis
Sayangnya, kegembiraan itu tidak bertahan lama. VAR meninjau proses gol dan menyatakan bahwa Jaidon Anthony berada dalam posisi offside sebelum memberikan assist kepada Flemming.
Anthony disebut offside hanya selebar bahu. Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan.
“Saya sudah melihat tayangannya. Sepertinya itu bagian bahu saya,” kata Anthony.
Ia juga menambahkan bahwa jika mencetak gol menggunakan bagian tubuh tersebut, kemungkinan golnya tidak akan disahkan. “Itu sangat mengecewakan,” ujarnya.
Keputusan tipis seperti ini kembali memicu diskusi tentang penggunaan teknologi VAR dalam menentukan offside.
Drama Handball di Menit Akhir
Penderitaan Burnley belum berakhir. Setelah Brentford kembali unggul, The Clarets terus menekan hingga masa injury time.
Ashley Barnes sempat mencetak gol penyama kedudukan yang membuat harapan kembali muncul. Namun lagi-lagi, VAR menjadi penentu.
Setelah tinjauan selama lima menit, gol tersebut dianulir karena dugaan handball yang dinilai kontroversial. Keputusan ini membuat suasana stadion berubah drastis.
Bagi pecinta statistik dan pembaca setia Skor Bola 365, pertandingan ini menjadi contoh nyata bagaimana satu laga bisa berubah hanya karena detail kecil.
Kritik terhadap Aturan Handball
Legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer, yang menjadi komentator di acara Match of the Day BBC, mengkritik aturan handball saat ini.
Menurutnya, aturan tersebut tidak “sesuai dengan tujuan” dan terasa tidak adil bagi para penggemar.
Sementara itu, manajer Burnley Scott Parker menyebut kekalahan ini sebagai sesuatu yang “menyakitkan hati”.
Akibat hasil ini, Burnley kini tertinggal delapan poin dari zona aman. Peluang mereka untuk bertahan di Premier League semakin berat dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit.
Kesimpulan
Burnley menunjukkan semangat juang luar biasa dengan bangkit dari ketertinggalan tiga gol. Namun dua keputusan VAR menggagalkan potensi kemenangan bersejarah tersebut.
Alih-alih merayakan comeback dramatis, The Clarets harus menerima kenyataan pahit yang bisa berdampak besar pada nasib mereka di akhir musim.

