Jose Mourinho Murka Disebut “Pengkhianat” Usai Laga Panas Benfica vs Porto

skorbola365 – Pelatih Jose Mourinho melontarkan kritik keras kepada asisten pelatih Lucho González setelah pertandingan panas antara SL Benfica dan FC Porto yang berakhir imbang 2-2 dalam lanjutan Primeira Liga.

Pertandingan yang berlangsung dramatis itu diwarnai kericuhan menjelang akhir laga, yang berujung kartu merah untuk Mourinho.

Baca juga : Prediksi Espanyol vs Real Oviedo 10 Maret 2026 | SKORBOLA365

Jose Mourinho's protest goes viral: Fenerbahce files 5 formal complaints -  Türkiye Today

Benfica Bangkit Dramatis di Menit Akhir

Benfica yang sempat tertinggal dua gol berhasil bangkit di babak kedua. Gol penyama kedudukan dicetak oleh pemain pengganti Leandro Barreiro pada menit ke-88.

Gol tersebut memicu perayaan besar dari kubu Benfica sekaligus memanaskan suasana di pinggir lapangan. Ketegangan meningkat antara staf pelatih kedua tim hingga akhirnya Mourinho terlibat perselisihan dengan anggota staf Porto.

Drama ini menjadi salah satu momen paling panas dalam laga klasik Portugal tersebut, yang juga menjadi sorotan para penggemar sepak bola dan pembaca Skor Bola 365.


Mourinho Diusir Wasit

Setelah pertandingan, Mourinho menjelaskan alasan dirinya menerima kartu merah dari wasit. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada tuduhan yang tidak benar.

Ia mengatakan bahwa wasit menilai dirinya menendang bola ke arah bangku cadangan Porto.

Namun Mourinho membantah keras tuduhan tersebut.

“Wasit mengatakan saya menendang bola ke arah bangku cadangan Porto, dan itu sama sekali tidak benar,” kata Mourinho.

Ia menegaskan bahwa tendangan tersebut sebenarnya ditujukan ke arah tribun penonton sebagai bentuk selebrasi setelah timnya mencetak gol.

“Sering kali setelah gol, saya menendang bola ke tribun untuk memberikannya kepada penggemar yang beruntung. Saya tahu teknik saya tidak terlalu bagus, tetapi itu untuk para penonton.”


Perselisihan dengan Lucho Gonzalez

Kericuhan tidak berhenti di lapangan. Mourinho juga mengungkapkan adanya pertengkaran dengan asisten pelatih Porto, Lucho Gonzalez, di terowongan stadion.

Menurut Mourinho, Gonzalez berulang kali menyebut dirinya sebagai “pengkhianat”.

“Dia menyebut saya pengkhianat 50 kali di terowongan,” ujar Mourinho.

Komentar tersebut membuat pelatih asal Portugal itu merasa tersinggung. Ia mempertanyakan alasan dirinya disebut demikian.

“Penghinaan dari penggemar adalah satu hal. Tetapi seorang profesional menyebut saya pengkhianat? Pengkhianat untuk apa?” katanya.

Kisah panas ini pun langsung menjadi perbincangan luas di dunia sepak bola, termasuk di kalangan pembaca Skor Bola 365 yang mengikuti perkembangan liga-liga Eropa.


Mourinho Ingatkan Loyalitasnya pada Porto

Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya pernah memberikan segalanya untuk Porto saat melatih klub tersebut pada awal 2000-an.

Bersama Porto, ia berhasil meraih enam trofi bergengsi, termasuk:

  • UEFA Cup 2002–03

  • UEFA Champions League 2003–04

Kesuksesan itu membuat Mourinho dikenang sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah Porto.

“Saya memberikan jiwa saya untuk Porto. Setelah itu saya pergi ke klub lain seperti Chelsea FC, Inter Milan, dan Real Madrid CF. Saya selalu memberikan hidup saya 24 jam untuk pekerjaan ini,” tegasnya.

Mourinho menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia tidak menyukai tuduhan tersebut, terutama datang dari sesama profesional di dunia sepak bola.