SKOR BOLA 365 – Barcelona sedang dilanda perang politik terbuka antara legenda klub, Xavi Hernandez, dan presiden petahana, Joan Laporta, menjelang pemilihan presiden yang krusial pada 15 Maret 2026 . Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Xavi menuduh Laporta secara sengaja memblokir kepulangan Lionel Messi pada 2023, sebuah skenario yang menurut SKOR BOLA 365 bisa mengubah peta kekuatan di Camp Nou .
BACA JUGA : Prediksi Skor Leverkusen vs Bayern: Big Match Bundesliga SKORBOLA365
Tuduhan Blokir Messi dan Respons Pedas Laporta
Konflik bermula dari pernyataan Xavi yang menyebut bahwa kesepakatan untuk memulangkan Messi sudah hampir final usai Piala Dunia 2022. Namun, Xavi mengklaim bahwa Laporta-lah yang memveto langkah tersebut demi menghindari “perang kekuasaan” di internal klub . Tuduhan ini langsung menjadi bahan bakar panas dalam debat calon presiden.
Menanggapi hal ini, Laporta tidak tinggal diam. Dalam debat sengit melawan rivalnya Victor Font, ia menuding Xavi menyimpan rasa dendam karena dipecat pada 2024. “Dengan pemain yang sama, Xavi kalah dan Flick menang. Syukurlah kami melepasnya,” ujar Laporta merujuk pada pelatih Hansi Flick yang kini membawa angin segar di Barcelona . Laporta bersikeras bahwa masalah regulasi La Liga adalah penyebab batalnya transfer Messi, bukan keputusan pribadinya .
Dampaknya pada Stabilitas Klub
Pertikaian ini terjadi di saat yang tidak tepat. Barcelona tengah menunjukkan peningkatan performa di bawah asuhan Hansi Flick, dengan skuad muda potensial seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Namun, gejolak di ruang direksi mengancam stabilitas yang sudah dibangun.
Berikut adalah poin-poin krusial yang menjadi sumber ketegangan:
-
Veto Kepulangan Messi (2023): Xavi mengklaim Laporta menghentikan proses rekrutmen Messi karena alasan personal dan kekuasaan .
-
Pemecatan Kontroversial (2024): Xavi merasa dikhianati karena dipecat beberapa minggu setelah dibujuk untuk bertahan .
-
Peran Figur Bayangan: Kritik juga tertuju pada Alejandro Echevarria, kerabat Laporta, yang disebut sebagai “presiden bayangan” dengan pengaruh negatif .
-
Akurasi Data Keuangan: Klub masih bergulat dengan utang lebih dari €2,5 miliar, menjadikan setiap keputusan politik sangat sensitif secara finansial .
Analisis: Perebutan Kekuasaan Total
Jurnalis SKOR BOLA 365 menganalisis bahwa perang ini bukan sekadar soal Messi atau hasil pertandingan. Ini adalah pertarungan antara visi Laporta yang ingin fokus pada masa kini (Flick dan generasi La Masia) melawan narasi Victor Font yang menjanjikan rekonsiliasi dengan masa lalu (Messi) dan tata kelola lebih transparan .
Laporta mengandalkan pencapaiannya membangun tim saat ini dan menyebut Font sebagai “teknokrat di belakang komputer” yang akan menghancurkan fondasi yang ada . Di sisi lain, Font menyerang harga tiket yang melambung dan kebijakan yang menguntungkan turis, serta menuntut Messi angkat bicara untuk mengungkap “kebenaran” di balik gagalnya kepulangan sang idola . Dengan pemungutan suara yang tinggal menghitung jam, dukungan Xavi terhadap Font bisa menjadi faktor penentu, mengingat statusnya sebagai legenda hidup di mata para socios (anggota klub) .
FAQ: Pertanyaan Seputar Konflik Barcelona
Q: Apa penyebab utama konflik antara Xavi dan Joan Laporta?
A: Konflik ini dipicu oleh pernyataan Xavi bahwa Laporta memblokir kepulangan Lionel Messi pada 2023 dan caranya memecat Xavi setahun kemudian. Laporta membantah dan menuduh Xavi menyimpan dendam serta sengaja dimanfaatkan oleh kandidat lawan, Victor Font .
Q: Kapan pemilihan presiden Barcelona akan digelar?
A: Pemilihan presiden Barcelona dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu, 15 Maret 2026. Hasilnya akan sangat menentukan arah kebijakan klub untuk lima tahun ke depan .
Q: Siapa saja kandidat dalam pemilihan presiden Barcelona kali ini?
A: Terdapat dua kandidat utama, yaitu presiden petahana Joan Laporta yang mencari masa jabatan keempat, dan Victor Font, pengusaha yang juga menjadi pesaing terdekat Laporta pada pemilu 2021 lalu .
Q: Apa dampak konflik ini terhadap performa tim di lapangan?
A: Meski performa tim asuhan Hansi Flick relatif stabil, gejolak di luar lapangan berisiko mengganggu konsentrasi. Laporta sendiri mengakui bahwa tim tidak hanya berjuang melawan lawan, tetapi juga “dilawan di luar lapangan” oleh kekuatan lain, merujuk pada kontroversi wasit dan tekanan politik .
Kesimpulan: Masa Depan Barcelona di Ujung Tanduk
Perang dingin antara Xavi dan Laporta telah membawa Barcelona ke persimpangan jalan. Hasil pemilu 15 Maret nanti tidak hanya akan menentukan siapa yang duduk di kursi presiden, tetapi juga masa depan proyek olahraga Hansi Flick, hubungan dengan legenda hidup seperti Lionel Messi, dan stabilitas finansial jangka panjang.
Jika Laporta menang, ini akan menjadi legitimasi atas kebijakannya yang kontroversial namun dianggap berhasil membangkitkan tim. Namun jika Victor Font yang menang, kita bisa menyaksikan restrukturisasi besar-besaran yang bisa membawa pulang Messi dalam peran kehormatan. Satu hal yang pasti, gejolak di Barcelona belum akan mereda dalam waktu dekat. Pantau terus perkembangan terpanas seputar Barcelona hanya di SKOR BOLA 365, sumber terpercaya Anda untuk berita bola terkini.

