Gianni Infantino Meremehkan Kontroversi Jelang Piala Dunia 2026

skorbola365 – Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada seharusnya menjadi perayaan sepak bola terbesar di dunia. Namun, beberapa hari menjelang pertandingan pembukaan, turnamen ini justru dibayangi berbagai kontroversi yang melibatkan pemain, ofisial, hingga kebijakan imigrasi Amerika Serikat.

Meski demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino memilih untuk meredam kekhawatiran tersebut dan menyebut sejumlah insiden yang terjadi sebagai hal yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Baca juga : Prediksi Semifinal Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia U-19 vs Australia U-19

Jokowi Tatap Muka dengan Presiden FIFA Gianni Infantino pada 18 Oktober

Infantino Minta Semua Pihak Tetap Tenang

Dalam konferensi pers di Stadion Azteca sebelum laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, Gianni Infantino berusaha menunjukkan sikap tenang terhadap berbagai persoalan yang muncul menjelang turnamen.

Menurutnya, sejumlah masalah yang terjadi tidak akan mengganggu jalannya kompetisi. Sikap ini memunculkan kritik karena banyak pihak menilai FIFA.

Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan sepak bola dunia melalui Skor Bola 365, situasi ini menjadi salah satu isu paling banyak dibicarakan menjelang kick-off Piala Dunia 2026.

Wasit Somalia Ditolak Masuk Amerika Serikat

Salah satu kontroversi terbesar adalah kasus wasit Somalia, Omar Artan. Wasit yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Afrika tersebut ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah menjalani interogasi selama 11 jam di Bandara Internasional Miami.

Seorang pejabat Amerika Serikat menuduh Artan memiliki hubungan dengan kelompok teroris di negara asalnya. Akibatnya, ia tidak dapat bertugas dalam turnamen yang kemungkinan menjadi puncak karier profesionalnya.

Ketika dimintai tanggapan mengenai kasus tersebut, Infantino hanya menyebutnya sebagai “kejadian yang tidak menguntungkan”.

Pemain Irak Juga Mengalami Pemeriksaan Ketat

Kontroversi lain melibatkan striker tim nasional Irak, Aymen Hussein. Pemain tersebut dilaporkan harus menjalani pemeriksaan dan interogasi selama beberapa jam di Bandara Chicago.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan tuan rumah dalam menyambut peserta dari berbagai negara.

Iran Terpaksa Pindahkan Markas ke Meksiko

Masalah yang dihadapi Iran bahkan lebih kompleks. Tim nasional Iran dikabarkan harus memindahkan markas mereka ke Meksiko.

Selain itu, sejumlah anggota delegasi Iran dilaporkan tidak mendapatkan visa, sementara sebagian tiket penggemar mereka dibatalkan oleh otoritas AS. Kondisi ini membuat persiapan tim terganggu dan menambah daftar panjang kontroversi menjelang turnamen.

Dukungan Infantino untuk Donald Trump

Alih-alih mengkritik kebijakan yang memicu berbagai masalah tersebut, Infantino justru memberikan dukungan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ia menyebut bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang sebagian besar berlangsung di Amerika Serikat akan “mustahil”.

Pernyataan itu memicu perdebatan karena banyak pihak berharap FIFA menunjukkan sikap yang lebih independen.

FIFA Dinilai Kurang Melindungi Sepak Bola

Banyak pengamat menilai konferensi pers di Stadion Azteca merupakan kesempatan bagi FIFA untuk menunjukkan keberpihakan kepada para pelaku sepak bola yang terdampak.

Kasus Omar Artan, Aymen Hussein, hingga persoalan yang dihadapi Iran dianggap sebagai isu serius. Namun, respons FIFA yang cenderung defensif membuat organisasi tersebut kembali menjadi sasaran kritik.

Para penggemar yang mengikuti berita terbaru melalui Skor Bola 365 kini menantikan apakah kontroversi ini akan mereda setelah turnamen dimulai atau justru semakin berkembang selama kompetisi berlangsung.

Kesimpulan

Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, berbagai insiden terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta dan penggemar sepak bola dunia. Mulai dari penolakan masuk terhadap wasit Somalia Omar Artan, dan pemeriksaan ketat terhadap pemain Irak Aymen Hussein.

Meski demikian, Presiden FIFA Gianni Infantino memilih untuk meremehkan kontroversi tersebut dan tetap memberikan dukungan kepada pemerintah Amerika Serikat. Sikap ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana FIFA siap melindungi kepentingan seluruh peserta dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.