SKORBOLA365 – Juara bertahan PSG berhasil mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas Liverpool dalam leg pertama perempat final Liga Champions 2025/26 yang berlangsung di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Dua gol kemenangan PSG dicetak oleh Désiré Doué pada menit ke-11 dan Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-65. Hasil ini membuat langkah Liverpool semakin berat menjelang leg kedua di Anfield pekan depan.
Baca Juga : SKORBOLA365 – Prediksi Bologna vs Aston villa 10 april 2026
Jalannya Pertandingan PSG vs Liverpool: Dominasi Mutlak Sejak Awal
PSG langsung tampil menekan sejak peluit dibunyikan. Tim asuhan Luis Enrique tidak memberi ruang sedikit pun bagi Liverpool untuk mengembangkan permainan.
Pada menit ke-11, PSG membuka keunggulan. Désiré Doué melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti. Bola mengenai kaki Ryan Gravenberch dan berubah arah, membuat kiper Liverpool, Giorgi Mamardashvili, tak berdaya.
PSG terus menggempur pertahanan Liverpool. Pada menit ke-32, Kvaratskhelia nyaris menggandakan keunggulan. Namun, Mamardashvili melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tembakan keras pemain Georgia itu.
Tiga menit kemudian, Doué kembali mendapat peluang emas. Ia lolos satu lawan satu dengan Mamardashvili, tetapi kiper asal Georgia itu lagi-lagi sukses menggagalkan peluang tersebut.
Liverpool nyaris tidak pernah mengancam sepanjang babak pertama. Tim tamu bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran hingga turun minum.
Statistik Dominasi PSG di Babak Pertama:
-
Penguasaan Bola PSG: 74% vs Liverpool 26%
-
Total Tembakan PSG: 10 vs Liverpool 1
-
Tembakan Tepat Sasaran PSG: 5 vs Liverpool 0
-
Peluang Bersih PSG: 3 kali (Doue 2x, Kvaratskhelia 1x)
Babak Kedua: Kvaratskhelia Pesta dan Drama VAR
Memasuki babak kedua, PSG tetap memegang kendali penuh atas jalannya pertandingan. Ousmane Dembélé sempat menyia-nyiakan peluang emas pada menit ke-53. Tembakannya dari dalam kotak penalti melambung di atas mistar gawang.
Gol kedua akhirnya datang pada menit ke-65. João Neves mengirim umpan terobosan sempurna kepada Khvicha Kvaratskhelia. Pemain Georgia itu berlari cepat, melewati tekel Gravenberch, lalu dengan dingin mengecoh rekannya sesama Georgia, Mamardashvili, sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Keunggulan PSG nyaris bertambah pada menit ke-70. Wasit sempat menunjuk titik putih setelah Ibrahima Konaté melanggar Warren Zaïre-Emery di kotak terlarang. Namun, setelah meninjau monitor VAR, wasit José María Sánchez membatalkan keputusan tersebut karena kontak yang terjadi dinilai minim.
Di menit-menit akhir, Dembélé hampir mencetak gol ketiga. Namun, tembakannya dalam skema serangan balik hanya membentur tiang gawang. Skor 2-0 untuk kemenangan PSG bertahan hingga laga usai.
Susunan Pemain PSG vs Liverpool
PSG (4-3-3): Matvey Safonov; Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Warren Zaïre-Emery, Vitinha, João Neves; Désiré Doué (Lee Kang-in 78′), Ousmane Dembélé (Lucas Hernández 88′), Khvicha Kvaratskhelia
Liverpool (4-2-3-1): Giorgi Mamardashvili; Joe Gomez, Ibrahima Konaté, Virgil van Dijk, Milos Kerkez (Robertson 78′); Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister; Jeremie Frimpong (Nyoni 90+1′), Dominik Szoboszlai (Jones 79′), Florian Wirtz (Gakpo 78′); Hugo Ekitiké (Isak 79′)
Statistik yang Memalukan bagi Liverpool
Data statistik usai pertandingan menunjukkan betapa dominannya PSG sepanjang 90 menit. Liverpool sama sekali tidak mampu mencatatkan tembakan tepat sasaran.
-
Penguasaan Bola: PSG 74% vs Liverpool 26%
-
Total Tembakan: PSG 18 vs Liverpool 3
-
Tembakan Tepat Sasaran: PSG 6 vs Liverpool 0
-
Operan: PSG 740 (91%) vs Liverpool 256 (77%)
Liverpool hanya mampu menciptakan tiga percobaan sepanjang laga, tanpa satu pun yang mengarah ke gawang Matvey Safonov. Dua di antaranya diblok pemain PSG, dan satu melenceng jauh dari target.
Reaksi Pelatih dan Legenda
Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak menutup mata atas performa timnya. Ia mengakui PSG jauh lebih baik malam itu.
“Jika Anda merefleksikan seluruh pertandingan, saya pikir kami beruntung hanya kalah 2-0. PSG adalah tim yang jauh lebih baik hari ini dan bisa mencetak lebih dari dua gol,” ujar Slot kepada BBC Sport.
Slot juga menjelaskan alasan di balik keputusannya menggunakan formasi bertahan dengan tiga bek tengah.
“Mereka punya kecepatan di mana-mana, di seluruh lapangan. PSG memiliki begitu banyak senjata. Setiap kali kami mencoba bermain tinggi dan agresif, mereka benar-benar menghancurkan kami,” kata Slot seperti dilansir Reuters.
Sementara itu, legenda Liverpool, Steven Gerrard, tidak segan menyebut performa timnya “toothless” atau tidak bergigi.
“Ini adalah dominasi total malam ini. Taktik dan rencana permainan Liverpool berhasil untuk periode panjang pertandingan, tetapi mereka tidak memiliki apa pun di lini depan. Mereka cukup tidak bergigi dan tidak menciptakan apa pun,” kata Gerrard dalam analisis pasca-pertandingan.
Pelatih PSG, Luis Enrique, merasa timnya layak meraih hasil ini meskipun sedikit menyesal tidak mencetak lebih banyak gol.
“Saya pikir kami pantas mendapatkan hasil ini. Pertandingan yang sangat sulit, terutama di babak pertama. Di babak kedua kami menciptakan banyak peluang. Sayang karena saya pikir kami bisa mencetak setidaknya satu gol lagi,” ujar Enrique kepada PSG TV.
Enrique juga mengomentari formasi tak terduga yang dipilih Slot.
“Saya terkejut. Ini pertama kalinya Manajer Slot menggunakan sistem tiga bek musim ini. Itu wajar karena lawan mencoba melakukan perubahan dan bereksperimen dengan hal-hal baru ketika menghadapi tim seperti kami. Saya sama sekali tidak khawatir,” kata Enrique seperti dilaporkan OSEN.
Pahlawan Kemenangan PSG
Khvicha Kvaratskhelia dinobatkan sebagai PlayStation® Player of the Match oleh UEFA Technical Observer Group. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun PSG di babak gugur Liga Champions.
“Babak kedua yang sangat baik ditutup dengan gol yang fantastis. Gelandang sayap yang lincah ini menciptakan beberapa peluang dan juga memberikan kontribusi defensif yang baik,” demikian bunyi laporan UEFA.
Kiper PSG, Matvey Safonov, juga tampil solid sepanjang laga.
“Saya sangat senang karena Liverpool memiliki sangat sedikit peluang untuk mencetak gol malam ini. Sebagai seorang kiper, saya sangat bahagia, tetapi saya juga tahu bahwa pertandingan kembali nanti belum tentu sama. Kami ingin pergi ke Liverpool untuk menang,” kata Safonov kepada PSG TV.
Analisis: Apakah Liverpool Masih Punya Peluang?
Kekalahan 0-2 di kandang PSG jelas mempersulit langkah Liverpool. Namun, sejarah pernah mencatat keajaiban Anfield. Pada 2019, Liverpool membalikkan defisit 0-3 dari Barcelona menjadi kemenangan 4-0 di leg kedua.
Namun, ada perbedaan besar saat itu. Liverpool sedang dalam performa puncak. Kini, The Reds justru dalam tren negatif. Liverpool telah menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi. Ini adalah pertama kalinya sejak 1953-54 mereka mengalami tiga periode dengan tiga kekalahan beruntun dalam satu musim.
Steve McManaman, legenda Liverpool lainnya, pesimistis timnya bisa bangkit.
“Akan sulit untuk membalikkan keadaan ini melawan tim seperti PSG. Marquinhos (kapten PSG) telah menjalani pertandingan termudah musim ini. Dia hampir tidak melakukan apa pun hari ini. Dibutuhkan performa besar bagi Liverpool untuk membalikkan keadaan pekan depan,” ujar McManaman di TNT Sports.
Arne Slot sendiri tetap berusaha optimistis. Ia berharap dukungan suporter Anfield bisa menjadi pembeda.
“Kami pasti membutuhkan para penggemar kami untuk membantu menciptakan atmosfer di mana kami bisa naik ke level yang lebih baik. Sepak bola telah menunjukkan berkali-kali bahwa segalanya mungkin terjadi,” kata Slot mengutip Yahoo Sports.
Dampak Hasil Ini bagi Laga Leg Kedua
Dengan keunggulan 2-0, PSG berada di posisi yang sangat nyaman. Mereka akan melaju ke semifinal bahkan jika kalah dengan selisih satu gol di Anfield pada leg kedua, 15 April mendatang.
Liverpool harus menang minimal dengan selisih tiga gol untuk lolos langsung. Atau menang 2-0 untuk memaksa adu penalti. Tugas ini tampak sangat berat mengingat performa buruk mereka dalam beberapa pekan terakhir.
Satu-satunya harapan Liverpool adalah Anfield. Stadion legendaris itu dikenal sebagai benteng yang menakutkan bagi tim tamu, terutama pada malam-malam Eropa. Namun, PSG sendiri sudah berpengalaman bermain di sana. Musim lalu, mereka menang 1-0 di Anfield dalam leg kedua babak 16 besar.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar PSG vs Liverpool
Apa hasil akhir pertandingan PSG vs Liverpool pada 9 April 2026?
PSG berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. Gol kemenangan PSG dicetak oleh Désiré Doué pada menit ke-11 dan Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-65.
Siapa pencetak gol dalam laga PSG vs Liverpool?
Dua gol PSG dicetak oleh Désiré Doué (menit 11) dan Khvicha Kvaratskhelia (menit 65). Liverpool gagal mencetak gol sepanjang pertandingan.
Bagaimana peluang Liverpool untuk lolos ke semifinal?
Liverpool wajib menang dengan selisih minimal tiga gol di Anfield pada leg kedua, 15 April 2026. Atau menang 2-0 untuk memaksa adu penalti. PSG hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih satu gol untuk lolos.
Mengapa Mohamed Salah tidak masuk starting line-up Liverpool?
Pelatih Arne Slot mencadangkan Mohamed Salah setelah performa buruk Liverpool saat kalah 0-4 dari Manchester City di FA Cup akhir pekan sebelumnya. Posisinya digantikan oleh Jeremie Frimpong.
Kesimpulan: Pekerjaan Rumah Berat Menanti Liverpool di Anfield
Hasil PSG vs Liverpool pada 9 April 2026 menunjukkan kesenjangan kualitas yang nyata antara juara bertahan dan The Reds yang sedang terpuruk. PSG tampil dominan di semua lini. Gol Désiré Doué dan Khvicha Kvaratskhelia memastikan kemenangan yang sebenarnya bisa lebih besar.
Liverpool kini menghadapi pekerjaan rumah yang sangat berat. Mereka harus membalikkan defisit 0-2 di Anfield. Secara matematis, peluang itu masih ada. Namun, secara performa dan mental, The Reds tampak jauh dari level yang dibutuhkan untuk mengalahkan PSG.
Leg kedua di Anfield pada 15 April 2026 akan menjadi ujian terbesar bagi karakter Liverpool musim ini. Akankah keajaiban Anfield terulang? Atau PSG akan melaju mulus ke semifinal? Satu hal yang pasti: PSG telah meletakkan satu kaki kokoh di babak empat besar Liga Champions.

