Kartu Merah dan Performa Kandang yang Buruk – Chelsea ‘Membakar Poin’ di Skor Bola 365

skorbola365 – Chelsea kembali gagal memanfaatkan momentum di Stadion Stamford Bridge. Dalam lanjutan Premier League, The Blues hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Burnley, Sabtu (21/2/2026). Hasil ini tidak hanya memperpanjang catatan buruk di kandang, tetapi juga menegaskan bahwa masalah disiplin dan inkonsistensi telah membuat mereka “membakar poin” berharga dalam perburuan gelar.

Menurut data yang dihimpun Skor Bola 365, tim asuhan Liam Rosenior sebenarnya unggul cepat melalui Joao Pedro pada menit ke-4. Namun, kartu merah yang diterima Wesley Fofana pada menit ke-72 akibat kartu kuning kedua mengubah jalannya pertandingan. Burnley memanfaatkan superioritas jumlah pemain untuk menyamakan kedudukan lewat sundulan Zian Flemming di menit ke-93. Akibatnya, Chelsea kini telah kehilangan 17 poin dari posisi unggul di Stadion Stamford Bridge musim ini—rekor terburuk sejak musim 1995-1996.

Baca Juga: Prediksi Nottingham Forest vs Liverpool 22 Feb 2026 | SKORBOLA365

Daftar Isi

  • Krisis Kartu Merah: Chelsea Terburuk di Eropa

  • Rapor Buruk di Kandang: 17 Poin Melayang

  • Analisis Taktikal: Mentalitas dan Pengalaman

  • Dampak Klasemen dan Jadwal Berat ke Depan

  • FAQ: Pertanyaan Umum tentang Chelsea 2025/26

  • Kesimpulan

Krisis Kartu Merah: Chelsea Terburuk di Eropa

Masalah disiplin menjadi momok utama Chelsea musim ini. Berdasarkan sistem penilaian Skor Bola 365 yang mengacu pada data Transfermarkt, The Blues mengoleksi 69 poin penalti (akumulasi kartu kuning dan merah), menjadikannya tim dengan catatan pelanggaran terburuk di lima liga top Eropa, sejajar dengan Lazio.

Fakta Cepat Disiplin Chelsea 2025/26:

  • 6 kartu merah di Premier League (terbanyak, menyamai rekor musim 2007/08 dengan 11 laga tersisa).

  • 46 kartu kuning dan 4 kartu merah langsung sejak awal musim.

  • Peringkat terbawah dalam tabel Fair Play Premier League dengan 86 poin penalti.

  • Hanya sekali menang dalam enam laga setelah menerima kartu merah (saat melawan Nottingham Forest).

Pelatih Liam Rosenior enggan menyalahkan individu. “Saya hanya bisa berbicara berdasarkan pengalaman saya sejauh ini. Catatan disiplin kami cukup bagus, tetapi memang kartu merah itu tidak menguntungkan,” ujarnya usai laga melawan Burnley. Namun statistik berbicara lain: dari 72,4 persen penguasaan bola sebelum kartu merah, Chelsea jatuh ke 31,1 persen setelahnya, membuka ruang bagi Burnley untuk menyerang.

Rapor Buruk di Kandang: 17 Poin Melayang

Performa di Stadion Stamford Bridge menjadi ironi tersendiri. Alih-alih menjadi benteng, kandang Chelsea justru menjadi sumber kehilangan poin.

Data Inkonsistensi Kandang Chelsea:

  • 17 poin hilang dari posisi unggul di kandang sendiri.

  • 23 gol dari 14 laga kandang, tertinggal jauh dari Arsenal (31) dan Manchester City (32).

  • Produktivitas gol lebih rendah di kandang (23 gol) dibanding tandang (25 gol).

  • Dalam dua laga kandang terakhir, Chelsea kehilangan 4 poin setelah memimpin lawan tim promosi (Leeds United dan Burnley).

“Kami seharusnya memenangkan laga ini. Kami seharusnya bisa lebih kejam,” sesal Rosenior. “Tim-tim terbaik pasti akan bisa menyudahi laga dengan mudah. Jika tidak, Anda harus benar-benar menjaga gawang tidak tersentuh” .

Kritik tajam juga datang dari berbagai pihak. Menurut laporan di Media Indonesia, Rosenior menyoroti kurangnya tanggung jawab individu dan konsentrasi di momen-momen krusial . “Terlalu banyak contoh di mana kami kebobolan dari momen kurangnya konsentrasi. Jika kami ingin memaksimalkan potensi, kami harus segera membenahi itu,” tegasnya .

Analisis Taktikal: Mentalitas dan Pengalaman

Mengapa Chelsea begitu rapuh? Analis Skor Bola 365 menyoroti faktor komposisi skuad. Chelsea memiliki skuad termuda di Premier League, dan tidak menurunkan satu pun pemain di atas 28 tahun sepanjang musim . Rentannya mentalitas dan kurangnya pengalaman dalam mengelola permainan saat unggul menjadi biang keladi.

Mantan pelatih Enzo Maresca juga sempat mengalami masalah serupa. Di era Maresca, Chelsea sudah mengoleksi enam kartu merah di liga—jumlah tertinggi di Premier League—dan masalah itu terus berlanjut meski kursi pelatih berganti .

Entity Penting dalam Analisis:

  1. Liam Rosenior – Pelatih kepala yang mewarisi masalah disiplin kronis.

  2. Wesley Fofana – Bek yang mendapat kartu merah krusial vs Burnley.

  3. Stamford Bridge – Stadion kandang yang gagal menjadi benteng.

  4. Joao Pedro – Pencetak gol cepat, simbol harapan sekaligus frustrasi.

Rosenior menolak jika masalah ini hanya soal usia. “Saya pikir masa muda adalah satu hal, akuntabilitas adalah hal lain. Saya bertanggung jawab. Kami butuh pemain yang bisa diandalkan di momen-momen sulit,” katanya .

Dampak Klasemen dan Jadwal Berat ke Depan

Akibat pemborosan poin ini, Chelsea tertahan di peringkat ke-4 klasemen dengan 45 poin, hanya unggul selisih gol dari Manchester United di posisi ke-5 . Padahal, jika mampu mempertahankan keunggulan di kandang, The Blues seharusnya bisa bersaing di puncak klasemen .

Jadwal berat sudah menanti: Arsenal, Aston Villa, dan Newcastle akan menjadi lawan dalam beberapa pekan mendatang . Jika tren negatif ini tidak segera diperbaiki, posisi empat besar Chelsea bisa terancam.

Di sisi lain, LIVE SCORE di SKOR BOLA 365 menunjukkan bahwa persaingan papan atas semakin ketat. Arsenal masih memuncaki klasemen dengan 58 poin, disusul Manchester City (56) yang terus menempel . Chelsea harus segera bangkit jika tak ingin tersalip oleh Liverpool (42) yang mulai menunjukkan peningkatan performa .

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Chelsea 2025/26

1. Berapa banyak kartu merah yang diterima Chelsea musim ini?
Chelsea telah menerima 6 kartu merah di Premier League 2025/26, terbanyak di antara semua tim dan menyamai rekor klub musim 2007/08 .

2. Mengapa performa kandang Chelsea buruk?
Masalah utama adalah inkonsistensi dan masalah disiplin. Chelsea kehilangan 17 poin dari posisi unggul di kandang, sering kali karena kartu merah atau kegagalan mempertahankan konsentrasi di menit akhir .

3. Siapa pencetak gol terbanyak Chelsea musim ini?
Joao Pedro dan Cole Palmer menjadi andalan lini depan. Joao Pedro mencetak gol tercepat musim ini (vs Burnley) dan terus menunjukkan performa impresif di bawah asuhan Rosenior .

4. Apakah Liam Rosenior akan bertahan?
Meski kritik tajam dilayangkan, Rosenior baru menangani 11 laga dan dianggap masih dalam tahap evaluasi. Hasil melawan tim besar dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan masa depannya .

5. Di mana bisa melihat update skor Chelsea secara langsung?
Anda bisa memantau perkembangan skor terbaru Chelsea melalui LIVE SCORE di SKOR BOLA 365 atau membaca analisis eksklusif di Skor Bola 365.

Kesimpulan

Chelsea sedang membayar mahal kombinasi antara indisipliner dan mentalitas rapuh. Dengan 6 kartu merah dan 17 poin melayang di kandang, mimpi merebut gelar sepertinya harus ditunda. Musim 2025/26 menjadi ujian besar bagi Liam Rosenior untuk membuktikan bahwa ia bisa membangun tim yang tidak hanya menarik ditonton, tetapi juga tangguh dan konsisten.

Jika masalah ini tidak segera diatasi, Chelsea hanya akan menjadi penonton dalam perburuan gelar, sementara rival seperti Arsenal dan Manchester City terus melesat. Untuk terus mengikuti perkembangan performa The Blues dan liga-liga top Eropa lainnya, pastikan Anda selalu mengecek update terkini di Skor Bola 365.