skorbola365 – Kejutan besar terjadi di Giuseppe Meazza! Bodo/Glimt sukses menyingkirkan raksasa Serie A, Inter Milan, dari babak playoff Liga Champions 2025/2026 setelah menang 2-1 di San Siro (25/2/2026) atau agregat telak 5-2. Namun, di balik kemenangan bersejarah ini, pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, dengan rendah hati mengakui bahwa timnya beruntung bisa mengalahkan Inter di kandang sendiri. Oleh karena itu, bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan LIVE SCORE pertandingan-pertandingan besar lainnya, kunjungi selalu platform terpercaya kami.
Pengakuan Jujur Knutsen di San Siro
Meskipun menciptakan sejarah sebagai tim Norwegia pertama yang memenangkan babak gugur Liga Champions, Kjetil Knutsen tidak berpuas diri. Dalam konferensi pers usai laga, ia secara blak-blakan menyoroti betapa dominannya tuan rumah Inter Milan sepanjang 90 menit. Data statistik membuktikan bahwa Inter Milan mendominasi dengan 30 tembakan dan penguasaan bola mencapai 64%. Akan tetapi, penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin, membuat gawang tim tamu tetap perawan hingga babak pertama usai.
Baca Juga: Barcelona Siapkan Kontrak Baru untuk Joao Cancelo: Transfer Gratis Jadi Solusi Utama
“Kami sangat beruntung malam ini. Jika melihat jalannya pertandingan, Inter Milan seharusnya bisa mencetak beberapa gol. Kami datang ke sini hanya ingin menikmati pertandingan, tetapi para pemain Inter mungkin sedang kurang beruntung karena bola tidak mau masuk,” ujar Knutsen seperti dikutip dari laporan media usai pertandingan. SKOR BOLA 365 mencatat bahwa pernyataan ini kontras dengan performa garang Inter di kompetisi domestik.
Malam Hitam Inter: Dominasi Sia-sia dan Blunder Individu
Jalannya pertandingan di San Siro menjadi bukti nyata bagaimana sepak bola tak selalu berpihak pada tim yang dominan. Inter Milan yang diperkuat Marcus Thuram dan Nicolo Barella langsung tancap gas sejak menit awal. Beberapa peluang emas didapatkan, termasuk sundulan Francesco Pio Esposito dan tendangan melengkung Federico Dimarco yang masih bisa digagalkan oleh Haikin. Sementara itu, lini belakang Inter justru melakukan kesalahan fatal.
-
Babak Pertama: Inter mendominasi penuh, tetapi rapatnya pertahanan Bodo/Glimt membuat skor bertahan 0-0.
-
Menit ke-58: Petaka dimulai. Manuel Akanji melakukan kesalahan fatal dengan kehilangan bola di area sendiri. Ole Didrik Blomberg memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan, dan Jens-Petter Hauge sigap mencetak gol dari bola muntah.
-
Menit ke-72: Serangan balik cepat kembali meruntuhkan pertahanan Inter. Jens-Petter Hauge beralih peran menjadi pengumpan untuk Hakon Evjen yang melepaskan tembakan first-time ke sudut gawang.
-
Menit ke-76: Alessandro Bastoni mencetak gol hiburan untuk Inter melalui situasi sepak pojok yang kacau.
Akibatnya, kekalahan ini membuat agregat menjadi 2-5 dan memupus harapan Inter yang musim lalu menjadi finalis. Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya tidak cukup kompetitif dan kurang beruntung.
Faktor Kunci di Balik Keberhasilan Bodo/Glimt
Lantas, apa yang membuat tim dari kota kecil di Norwegia ini mampu mengalahkan raksasa seperti Inter, Manchester City, dan Atletico Madrid dalam satu musim yang sama? Bodo/Glimt membuktikan bahwa organisasi permainan dan mentalitas bisa mengalahkan kualitas individu.
Pertahanan Rapat dan Serangan Balik Mematikan
Strategi yang diterapkan Knutsen di San Siro nyaris sempurna. Mereka tidak malu untuk bertahan dengan 10-11 pemain di belakang bola. Bodo/Glimt hanya melepaskan 7 tembakan di laga tersebut, namun dua di antaranya berbuah gol. Dengan kata lain, efektivitas menjadi pembeda utama di laga ini.
Sejarah Baru untuk Norwegia
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Bodo/Glimt menjadi tim Norwegia pertama yang mampu memenangkan babak knockout Liga Champions. Prestasi terakhir kali dicapai oleh Lillestrom pada musim 1987-88. Oleh karena itu, keberhasilan ini membawa mereka melaju ke babak 16 besar, di mana mereka berpeluang menghadapi Manchester City atau Sporting CP.
Statistik dan Fakta Kunci Pertandingan
Berikut adalah fakta cepat dari laga Inter Milan vs Bodo/Glimt yang dihimpun SKOR BOLA 365:
-
Agregat Akhir: Inter Milan 2-5 Bodo/Glimt.
-
Penguasaan Bola: Inter 64% – 36% Bodo/Glimt.
-
Total Tembakan: Inter 30 (7 tepat sasaran) – Bodo/Glimt 7 (4 tepat sasaran).
-
Pencetak Gol: Jens Petter Hauge (58′), Hakon Evjen (72′), dan Alessandro Bastoni (76′).
-
Sejarah: Bodo/Glimt adalah tim pertama di luar 5 liga top Eropa yang memenangkan 4 pertandingan Liga Champions beruntun melawan tim dari liga top sejak Ajax pada 1971-72.
Dampak Eliminasi bagi Inter Milan
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter Milan. Cristian Chivu harus mengakui bahwa timnya gagal bersaing di Eropa. Nicolo Barella juga menyuarakan kekecewaannya, “Tentu saja ini mengecewakan karena keinginan kami adalah berjuang di semua lini. Mereka lebih baik.”
Kini, Inter harus fokus penuh pada Serie A di mana mereka memimpin klasemen dan Coppa Italia. Meskipun demikian, memori kekalahan menyakitkan ini akan membekas lama, terutama karena terjadi di kandang sendiri. Penggemar yang ingin terus mengikuti perjalanan Inter di Serie A atau mencari informasi LIVE SCORE lainnya, jangan lupa untuk selalu mengandalkan sumber terpercaya seperti SKOR BOLA 365.
Fakta Cepat Laga Inter Vs Bodo/Glimt
-
Pemain Kunci Bodo/Glimt: Jens Petter Hauge (1 gol, 1 assist) dan Hakon Evjen (1 gol) menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Inter.
-
Kiper Tangguh: Nikita Haikin membuat sederet penyelamatan krusial yang membuat frustrasi para penyerang Inter.
-
Reaksi Pemain Inter: Yann Bisseck mengaku frustrasi karena “bola tak mau masuk” dan mengakui Bodo/Glimt bermain bagus.
-
Kutipan Legenda: Fabio Capello mengkritik permainan Inter yang dinilai “terlalu lambat” di saat mereka butuh banyak gol.
FAQ Seputar Laga Inter Vs Bodo/Glimt
Apa kunci utama kemenangan Bodo/Glimt atas Inter Milan?
Kunci utamanya adalah disiplin tinggi dalam bertahan dan memanfaatkan serangan balik dengan sangat efektif. Meskipun hanya menguasai 36% bola, mereka mampu mencetak dua gol dari kesalahan pemain belakang Inter.
Siapa bintang dalam kemenangan Bodo/Glimt di San Siro?
Jens Petter Hauge layak menjadi bintang utama. Pasalnya, ia tidak hanya mencetak gol pembuka pada menit ke-58, tetapi juga memberikan assist brilian untuk gol kedua yang dicetak Hakon Evjen.
H3: Bagaimana peluang Bodo/Glimt di babak 16 besar Liga Champions?
Peluang mereka tentu berat karena akan menghadapi raksasa seperti Manchester City atau Sporting CP. Namun, dengan modal kemenangan atas Inter, Atletico, dan Manchester City di fase liga, mereka layak diperhitungkan. Supercomputer Opta memberi mereka peluang 23% untuk lolos ke perempat final.
Kesimpulan
Kemenangan Bodo/Glimt atas Inter Milan di San Siro akan selalu dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar di Liga Champions. Pengakuan jujur Kjetil Knutsen tentang keberuntungan justru menunjukkan kerendahan hati seorang pelatih yang tahu persis kapasitas timnya di hadapan raksasa yang sedang “sial”. Bagi Inter, ini adalah tamparan keras yang menunjukkan bahwa proyek Cristian Chivu masih jauh dari sempurna meski dominan di domestik. Sementara itu, kisah dongeng Bodo/Glimt masih berlanjut, membuktikan bahwa dengan organisasi yang baik dan mentalitas baja, tim dari kota kecil pun bisa mengguncang Eropa. Untuk analisis mendalam dan LIVE SCORE pertandingan-pertandingan selanjutnya, tetap pantau SKOR BOLA 365.

