Sheffield Wednesday Terdegradasi: Rekor Pahit dalam Sejarah Championship

skorbola365 – Musim ini menjadi salah satu periode paling kelam dalam sejarah Sheffield Wednesday. Klub asal Hillsborough tersebut resmi terdegradasi dari Championship dengan 13 pertandingan tersisa, mencatatkan rekor sebagai degradasi tercepat dalam sejarah Liga Sepak Bola Inggris.

Kekalahan dari rival sekota Sheffield United pada hari Minggu memastikan nasib mereka. Dengan posisi -7 poin dan tertinggal 41 poin dari zona aman, Wednesday tidak lagi memiliki peluang bertahan meski masih ada 39 poin tersisa untuk diperebutkan.

Baca juga : Liga Inggris: Arsenal Hajar Tottenham 4-1, Eze & Gyokeres Brace

Sheffield Wednesday Terdegradasi dari Championship dalam Waktu Rekor Usai  Takluk di Derby

Pengurangan 18 Poin dan Awal Kehancuran

Masalah administrasi menjadi akar dari keterpurukan klub. Wednesday menerima pengurangan 18 poin musim ini, membuat perjuangan mereka semakin berat sejak awal kompetisi.

Musim panas yang kacau ditandai dengan penjualan dan pelepasan sejumlah pemain senior. Situasi semakin memburuk ketika pemilik saat itu, Dejphon Chansiri, gagal membayar gaji pemain dan staf tepat waktu. Kondisi ini membuat klub berada di bawah berbagai embargo dan kehilangan stabilitas finansial maupun teknis.

Bagi para penggemar yang mengikuti perkembangan tim melalui berbagai platform termasuk Skor Bola 365, situasi ini sudah diprediksi akan berujung buruk sejak awal musim.


Administrasi dan Skuad yang Terus Melemah

Administrasi akhirnya tak terhindarkan dan resmi terjadi pada bulan Oktober. Sejak saat itu, skuad Wednesday yang sudah menipis semakin melemah setelah beberapa pemain kembali hengkang pada bursa transfer Januari.

Dampaknya terlihat jelas di lapangan. Wednesday hanya meraih satu kemenangan sepanjang musim dan kini mencatatkan 10 kekalahan beruntun di liga. Satu-satunya kemenangan mereka terjadi pada bulan September, dan kini mereka terancam menjadi tim pertama dalam sejarah Football League yang menutup musim dengan poin minus.


Protes Suporter dan Akhir Era Chansiri

Musim ini juga menandai 10 tahun kepemilikan Chansiri di Hillsborough. Namun, alih-alih perayaan, yang terjadi justru gelombang protes dari para suporter.

Gaji pemain dan staf untuk bulan Maret sempat tertunda dan kembali tidak dibayarkan pada bulan Mei. Penundaan pembayaran yang berlarut-larut tanpa kejelasan dari pemilik membuat klub terkena embargo pendaftaran. Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional bahkan menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”.

Bagi pembaca setia Skor Bola 365, kondisi ini menjadi contoh nyata bagaimana masalah manajemen dapat menghancurkan performa klub sebesar Wednesday dalam waktu singkat.


Pengambilalihan yang Belum Tuntas

Pada bulan Desember, penawar pilihan untuk klub telah diumumkan. Namun hingga kini, proses pengambilalihan belum juga rampung. Ketidakpastian ini semakin memperpanjang krisis yang melanda klub.

Dengan degradasi yang sudah dipastikan, tantangan berikutnya bagi Sheffield Wednesday adalah membangun kembali fondasi klub baik secara finansial maupun teknis agar bisa bangkit dari keterpurukan dan mengembalikan kejayaan mereka di masa depan.


Musim ini akan dikenang sebagai salah satu bab tergelap dalam sejarah Sheffield Wednesday. Rekor degradasi tercepat menjadi bukti betapa mahalnya harga dari krisis manajemen dan ketidakstabilan finansial dalam dunia sepak bola profesional.