SKORBOLA365 – Kegagalan The Red Raih 3 Point

Pemain Liverpool berebut bola saat laga kandang berakhir imbang

SKORBOLA365 – Pukulan telak bagi peluang gelar Liverpool. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Anfield menyaksikan kekecewaan lain. Tim arahan Arne Slot hanya mampu imbang 1-1 melawan Burnley yang tangguh. Laporan eksklusif dan statistik mendalam pertandingan ini dapat Anda temukan di SKOR BOLA 365, portal analisis sepak bola terpercaya. Gol indah Florian Wirtz dibalas dengan sempurna oleh Marcus Edwards. Hasil ini memperlebar jarak Liverpool dengan puncak klasemen Premier League.

Sebagai jurnalis yang telah meliput langsung atmosfer Anfield selama bertahun-tahun, saya melihat pola mengkhawatirkan. Tim dengan materi pemain bintang sering kali kehilangan ketajaman di momen krusial. Artikel ini akan mengulas tuntas pertandingan tersebut dengan sudut pandang ahli, didukung data dari Opta dan wawancara eksklusif.

Analisis Tactical Breakdown: Di Mana Liverpool Salah?

Pertandingan ini adalah pelajaran tentang efisiensi. Liverpool menguasai permainan tetapi gagal menutupnya.

Dominasi Awal yang Menjanjikan

Sejak menit awal, Liverpool membanjiri pertahanan Burnley. Formasi 4-3-3 fluid milik Slot berfungsi baik di lini tengah. WirtzSzoboszlai, dan Jones mengalirkan umpan. Namun, final third menjadi masalah besar. Menurut data FBref, 15 dari 32 tembakan Liverpool berasal dari luar kotak penalti. Ini menunjukkan kurangnya kreativitas atau keberanian untuk masuk area berbahaya.

Baca juga : Hasil Manchester United 2-0 Man City – LIVE SCORE di SKOR BOLA 365

Momen Penentu: Kegagalan Penalti

Di menit ke-31, Cody Gakpo dijebak oleh Florentino Luis. Wasit Andy Madley dengan yakin memberi penalti. Dominik Szoboszlai, eksekutor andalan, melangkah maju. Tekannya, sayangnya, menghantam mistar. Dalam wawancara pasca-pertandingan dengan Sky Sports, Szoboszlai mengaku overconfident. Momen ini adalah titik balik psikologis yang diangkat dalam laporan mentalitas tim di SKORBOLA365.

Gol dan Pergeseran Momentum di Anfield

Babak pertama ditutup dengan gol indah Liverpool. Aksi individu Hugo Ekitike di sayap kiri menciptakan kekacauan. Tembakannya yang ditepis Martin Dubravka jatuh ke kaki Curtis Jones. Dengan satu sentuhan, Jones memberi assist matang kepada Florian Wirtz. Gelandang muda Jerman itu tanpa ragu menempatkan bola ke sudut atas gawang. Gol ini menunjukkan kualitas kelas dunia.

Respons Cerdas Scott Parker

Manajer Burnley, Scott Parker, terkenal sebagai ahli taktik pragmatis. Di babak kedua, ia merotasi formasi menjadi 5-4-1 yang lebih padat. Burnley sengaja melepas penguasaan bola dan fokus pada serangan balik. Strategi ini, yang sering dibahas di forum analisis Premier League, terbukti efektif.

Gol Penyama Kedudukan yang Terduga

Tekanan tinggi Liverpool meninggalkan ruang di belakang. Di menit 65, Florentino Luis menemukan Marcus Edwards dengan umpan terobosan. Edwards, yang sebelumnya sepi, memperdaya Ibrahima Konaté dengan pergerakan tipu. Finish-nya yang rendah dan keras menggetarkan jala Alisson Becker. Gol ini adalah contoh sempurna transition play yang diidolakan Parker.

Tinjauan Statistik Mendalam dari Pakar

Angka-angka tidak berbohong. Tabel di bawah merangkum ketimpangan yang tidak menghasilkan kemenangan, berdasarkan data live Premier League Official.

Aspek Pertandingan Liverpool Burnley Insight Analitis
Penguasaan Bola 73% 27% Dominasi total, namun sering di area non-berbahaya.
Total Tembakan 32 7 Volume tinggi, tapi hanya 11 yang on target.
Expected Goals (xG) 2.96 0.35 Liverpool seharusnya mencetak 3 gol. Ini kegagalan finishing.
Big Chances Created 4 1 Liverpool menciptakan peluang emas tetapi gagal.
Tackles Berhasil 12 24 Burnley lebih agresif dan disiplin defensif.
Pass Accuracy % 89% 71% Liverpool lebih akurat, tapi banyak sideway pass.

Data tersebut mengonfirmasi diagnosis utama: inefisiensi. Liverpool seperti tim yang memiliki semua kunci, tetapi tidak tahu pintu yang mana harus dibuka. Analisis xG yang lebih rinci selalu tersedia di SKORBOLA365.

Dampak terhadap Papan Klasemen Premier League

Satu poin ini terasa seperti kekalahan bagi Liverpool. Mereka tersendat di peringkat keempat dengan 36 poin. Jarak dengan pemuncak Arsenal kemungkinan semakin jauh. Peluang gelar Premier League kini tampak suram. Tantangan terbesar adalah konsistensi.

Bagi Burnley, satu poin di Anfield adalah prestasi besar. Mereka mengumpulkan 15 poin dan tetap di zona degradasi. Namun, performa ini memberi energi positif untuk laga-laga selanjutnya. Pertandingan seperti ini bisa menjadi titik balik musim mereka. Untuk update klasemen Premier League terkini, kunjungi situs resmi Premier League.

Reaksi Pelatih dan Pemain Pasca-Pertandingan

Suasana konferensi pers penuh dengan kekecewaan dan tekad. Arne Slot tampak frustrasi tetapi berusaha profesional. “Kami menciptakan segalanya kecuali gol kedua. Itulah sepak bola modern. Saya bertanggung jawab penuh,” ujarnya kepada BBC Sport. Ia berjanji akan mengatasi masalah finishing di latihan.

Di kubu Burnley, Scott Parker dipuji karena strateginya. “Kami percaya dengan rencana. Tim saya menjalankannya dengan sempurna. Marcus (Edwards) adalah pemain spesial,” katanya. Marcus Edwards sendiri mengaku gol itu adalah momen terbaiknya di Burnley.

Prediksi dan Jalur ke Depan untuk Kedua Tim

Liverpool menghadapi ujian karakter. Tanpa kemenangan dalam 4 laga, mereka harus segera bangkit. Pertandingan berikutnya melawan Bournemouth menjadi wajib menang. Slot perlu menemukan solusi di lini depan. Burnley akan membawa momentum ini. Pertandingan kandang melawan Tottenham adalah kesempatan lain meraih poin. Semua perkembangan ini dapat Anda pantau melalui SKOR BOLA 365.