SKOR BOLA 365 – berani menyimpulkan bahwa penunjukan Igor Tudor sebagai manajer interim adalah langkah keliru yang mempercepat keruntuhan Tottenham. Sejak ditunjuk pada akhir Februari 2026 lalu, Tudor belum mampu meraih satu kemenangan pun. Empat laga di semua kompetisi telah dilalui, dan semuanya berakhir dengan kekalahan memalukan . Alih-alih membawa efek “manager baru” yang biasanya mengangkat performa tim, Tudor justru membuat Spurs semakin tenggelam.
BACA JUGA : Federico Valverde Bersinar: Hat-trick Sensasional Bawa Real Madrid Unggul atas Manchester City
Data dan Fakta: Kegagalan Total di Era Tudor
Tudor datang dengan reputasi sebagai “juru selamat” atau recovery specialist berkat pengalamannya di Italia bersama Udinese dan Juventus . Namun di London Utara, reputasinya hancur dalam sekejap. Berikut adalah catatan buruk Tottenham bersama Igor Tudor:
-
4 Pertandingan, 4 Kekalahan: Termasuk tiga laga Premier League dan satu leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
-
14 Gol Kebobolan: Pertahanan Spurs benar-benar ambrol dengan rata-rata kebobolan 3,5 gol per laga .
-
0 Kemenangan di 2026: Tottenham adalah satu-satunya tim di Premier League yang belum pernah menang sejak pergantian tahun .
Kekalahan Memalukan dari Crystal Palace
Puncak dari kebingungan Tudor terlihat saat Tottenham menjamu Crystal Palace pada 6 Maret 2026. Berstatus sebagai tuan rumah, Spurs justru dipermalukan dengan skor 1-3. Yang lebih memalukan, banyak suporter memilih pulang lebih cepat saat turun minum karena kecewa dengan performa tim .
Keputusan taktik Tudor yang kacau menjadi biang kerok. Ia terus berganti formasi dari tiga bek ke empat bek dan kembali lagi ke tiga bek, membuat para pemain kebingungan. “Kami kecewa karena kalah. Kartu merah mengubah jalannya pertandingan,” ujar Tudor mencoba membela diri usai laga . Namun publik sepak bola Inggris menilai ini hanya alasan.
Kekacauan di Madrid: Mental Pemain Hancur
Bencana terbesar terjadi di ajang Liga Champions. Saat menghadapi Atletico Madrid di Stadion Metropolitano pada 11 Maret 2026, Tottenham kalah telak 2-5. Namun skor bukanlah cerita utama. Keputusan kontroversial Igor Tudor menarik keluar kiper mudanya, Antonin Kinsky, hanya 17 menit setelah pertandingan dimulai menjadi sorotan tajam .
Kinsky melakukan dua blunder yang berujung gol. Alih-alih memberi dukungan, Tudor menghancurkannya di depan publik. Mantan kiper Tottenham, Paul Robinson, melontarkan kritik pedas.
“Ini adalah tindakan egois dari sang manajer. Dia tahu bahwa dia tidak akan lama lagi di sini. Ini jelas dilakukan demi menyelamatkan dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan nasib sang kiper muda,” ujar Robinson kepada BBC .
Insiden ini membuktikan bahwa Igor Tudor tidak mampu mengelola tekanan dan justru menjadi racun bagi ruang ganti.
Mengapa Tudor Gagal Total di Tottenham?
Banyak pihak bertanya, mengapa pelatih yang semapumenyelamatkan Udinese dari degradasi ini gagal total di Spurs? SKOR BOLA 365 merangkum beberapa faktor kunci.
1. Taktik yang Tidak Cocok dengan Premier League
Tudor dikenal dengan formasi 3-4-2-1 dan gaya main cepat serta fisik yang ia terapkan di Juventus . Namun, pendekatan ini membutuhkan pemain dengan disiplin taktik tinggi. Di Premier League, kecepatan dan fisik memang penting, tetapi organisasi pertahanan Tottenham justru hancur. Jarak antara lini belakang dan tengah yang renggang mudah dieksploitasi lawan .
2. Krisis Kepemimpinan dan Disiplin Pemain
Cristian Romero menjalani hukuman larangan bermain empat laga akibat kartu merah, sementara Micky van de Ven juga terkena sanksi serupa . Tudor gagal menanamkan disiplin. Para pemain bintang seperti Romero dan Pedro Porro justru disebut akan dilepas klub pada musim panas mendatang karena dianggap memiliki “terlalu banyak ego” .
3. Prioritas yang Salah
Menjelang laga hidup mati melawan Atletico Madrid di Liga Champions, Igor Tudor membuat pernyataan kontroversial. Ia secara terbuka mengatakan bahwa prioritas utama adalah bertahan di Premier League, bukan Liga Champions . Pernyataan ini menunjukkan mentalitas kalah sebelum bertanding dan merusak kepercayaan diri tim.
Analisis: Jalan Terjal Menuju Degradasi
Dengan sembilan pekan tersisa, posisi Tottenham semakin kritis. Mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradasi, ditempel ketat oleh Nottingham Forest dan West Ham United . SKOR BOLA 365 memprediksi bahwa jika Igor Tudor tetap dipertahankan, Spurs kemungkinan besar akan turun kasta. Statistik membuktikan, sejak 2026, Tottenham adalah tim dengan perolehan poin terendah (4 poin), bahkan lebih buruk dari Burnley dan Wolverhampton yang berada di dasar klasemen .
Seorang suporter Tottenham yang diwawancarai BBC dengan getir menyatakan, “Ini adalah momen terburuk dalam sejarah klub. Kami lebih mungkin turun daripada bertahan” .
Solusi Jangka Pendek: Pecat Tudor Segera?
Jika manajemen Tottenham masih ingin selamat, SKOR BOLA 365 menilai mereka harus segera mengambil keputusan berani. Mempertahankan Igor Tudor adalah tindakan bunuh diri. Pimpinan klub harus mengakui kesalahan rekrutmen dan mencari pelatih darurat lain yang bisa menyatukan kembali ruang ganti yang tercerai-berai.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Krisis Tottenham
1. Mengapa Igor Tudor dianggap bukan solusi bagi Tottenham?
Karena sejak ditangani Tudor, performa tim justru merosot tajam dengan empat kekalahan beruntun, pertahanan bobrok, serta hubungan pelatih-pemain yang memburuk .
2. Apa peluang Tottenham bertahan di Premier League musim 2025/2026?
Peluangnya sangat tipis. Mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi dan merupakan tim terburuk di Liga Inggris selama tahun 2026 dengan rekor tanpa kemenangan .
3. Siapa pemain yang paling dirugikan dengan taktik Igor Tudor?
Kiper muda Antonin Kinsky menjadi korban paling nyata. Keputusan Tudor menariknya keluar di menit ke-17 saat melawan Atletico Madrid dikritik telah menghancurkan mental pemain tersebut .
4. Apakah Tottenham akan menjual pemain bintangnya jika degradasi?
Menurut laporan, Spurs berencana menjual hampir semua pemain kecuali sembilan nama seperti Romero, Porro, dan Vicario kemungkinan besar akan hengkang jika tim turun kasta .
Kesimpulan: Akhir dari Harapan “Si Lili Putih”
Tottenham Hotspur sedang membayar mahal keputusan manajemen yang keliru. Penunjukan Igor Tudor yang diharapkan menjadi penyelamat, nyatanya adalah bagian dari masalah. Dengan taktik Tudor yang kacau, mentalitas pemain yang runtuh, dan ancaman degradasi yang nyata, masa depan klub di ujung tanduk.
SKOR BOLA 365 menegaskan, hanya dengan mengganti Tudor segera dan berharap keajaiban di sisa laga, Spurs bisa menghindari malapetaka turun kasta. Jika tidak, kita akan menyaksikan salah satu kejatuhan terbesar dalam sejarah Premier League.

