Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim

Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim

SKOR BOLA 365 – Luka Modric mulai kesulitan beradaptasi dengan sistem Ruben Amorim di AC Milan. Formasi 3-4-2-1 yang menuntut mobilitas tinggi dan pressing agresif tidak cocok dengan karakter permainan Modric yang mengandalkan kontrol tempo. Amorim bahkan menariknya keluar pada babak pertama saat Milan imbang 2-2 melawan Lazio di Liga Italia.

BACA JUGA : Luciano Spalletti Ungkap Penyebab Juventus Kalah dari Sassuolo


Mengapa Modric Kesulitan di Bawah Amorim?

Luka Modric menghadapi tantangan besar di musim 2026/2027. Pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, menerapkan sistem 3-4-2-1 yang sangat menuntut secara fisik. Sistem ini meminta gelandang untuk aktif bergerak dari lini belakang ke depan dan melakukan pressing agresif sepanjang pertandingan .

Tuntutan tersebut bertolak belakang dengan karakter permainan Modric. Gelandang berusia 41 tahun itu lebih mengandalkan kemampuan membaca permainan dan mengontrol tempo melalui umpan-umpan presisi. Amorim sendiri mengakui bahwa Modric tidak selalu mampu melakukan pressing di setiap aksi bertahan .

“Modric tidak selalu bisa menekan lawan dalam setiap aksi defensif, tapi dia adalah pemain yang mengatur penguasaan bola kami, yang penting bagi kami,” ujar Amorim .


Perbedaan Sistem Allegri vs Amorim

Perubahan pelatih dari Massimiliano Allegri ke Ruben Amorim membawa dampak besar bagi peran Modric. Berikut perbandingannya:

Aspek Sistem Allegri (2025/26) Sistem Amorim (2026/27)
Formasi 3-5-2 3-4-2-1
Peran Modric Deep-lying playmaker Double pivot
Dukungan Dua gelandang box-to-box Satu gelandang tandem
Tuntutan Fisik Rendah, fokus kontrol tempo Tinggi, pressing & mobilitas
Kebebasan Kreativitas Sentral, sebagai pengatur utama Terbagi dengan dua pemain nomor 10

Pada era Allegri, Modric bermain dengan dukungan Adrien Rabiot dan satu gelandang box-to-box lainnya. Sistem itu memberikan perlindungan lebih besar dan membebaskan Modric untuk fokus mengatur tempo permainan .

Situasi berubah drastis di bawah Amorim. Dalam formasi 3-4-2-1, Modric harus berbagi tugas kreativitas dengan dua pemain nomor 10 di belakang striker. Ia juga dituntut aktif bergerak dari lini belakang ke depan, sesuatu yang tidak sesuai dengan karakter permainannya .


Bukti Nyata: Performa Modric vs Lazio

Pertandingan Lazio vs AC Milan pada giornata keempat Liga Italia menjadi bukti paling jelas dari kesulitan Modric. Berikut data performanya:

  • Menit bermain: Hanya 45 menit, digantikan Yunus Musah pada babak kedua 

  • Akurasi umpan: 36 dari 42 umpan berhasil, namun hanya 6 yang mencapai sepertiga akhir lapangan 

  • Kehilangan bola: 13 kali dalam satu babak 

  • Rating: 5.5/10 dari SempreMilan, 5 dari media Italia 

  • Dropped terlalu dalam: Terlalu sering mendekati bek tengah, meninggalkan hanya 4 pemain untuk membangun serangan 

Setelah Modric digantikan, Milan justru tampil lebih agresif. Penguasaan bola meningkat dari 60,7% menjadi 71,9% di babak kedua. Milan juga menciptakan 0,72 xG berbanding 0,02 xG milik Lazio setelah pergantian tersebut .

Amorim menjelaskan alasannya menarik Modric: “Luka terlalu dekat dengan bek tengah, lalu ada empat pemain untuk memulai satu serangan, dan kurang ruang di antara lini. Kita bisa bermain dengan Luka, kami sudah membuktikannya di pertandingan sebelumnya, tapi kami harus mengontrol permainan dan menguasai bola. Jika kami mengubah permainan menjadi larian, tanpa kontrol, dia tidak punya peluang” .


Statistik Modric di AC Milan 2026/2027

  • Penampilan Liga Italia: 4 pertandingan

  • Total menit: 235 menit 

  • Gol: 2 (musim 2025/2026) 

  • Assist: 3 (musim 2025/2026) 

  • Status starting: 3 dari 4 laga, 1 kali bangku cadangan 


Rencana Amorim ke Depan

Amorim menyadari bahwa Modric tetap memiliki nilai strategis, terutama dalam penguasaan bola. Pelatih asal Portugal itu berencana menggunakan Modric secara situasional, bukan sebagai pemain yang bermain penuh 90 menit dalam setiap pertandingan .

“Sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan. Ketika kami menguasai bola, kami mengelola permainan lebih baik dengan dia di lapangan,” kata Amorim .

Pendekatan ini mencerminkan trade-off yang harus diterima Amorim: kehilangan intensitas pressing demi mendapatkan kontrol permainan yang superior. Untuk pertandingan melawan tim yang bermain terbuka dan mengandalkan transisi cepat, Amorim kemungkinan akan memilih gelandang yang lebih mobile seperti Yunus Musah .


FAQ: Pertanyaan Populer tentang Modric dan Amorim

Apakah Modric sudah tidak cocok dengan Amorim?
Bukan soal cocok atau tidak, melainkan tuntutan sistem yang berbeda. Modric tetap berkualitas, tetapi formasi 3-4-2-1 Amorim menuntut mobilitas tinggi yang sulit dipenuhi pemain berusia 41 tahun .

Mengapa Modric digantikan saat melawan Lazio?
Amorim menarik Modric karena permainan berjalan terlalu terbuka dan mengandalkan transisi cepat. Tanpa kontrol permainan yang memadai, Modric tidak bisa berkontribusi maksimal. Yunus Musah masuk untuk menambah kecepatan dan energi di lini tengah .

Apakah Modric akan tetap di AC Milan musim depan?
Kontrak Modric dengan AC Milan masih berjalan. Klub dan Amorim dikabarkan tetap menginginkan Modric bertahan, tetapi perannya akan disesuaikan dengan kebutuhan taktik .


Kesimpulan

Luka Modric menghadapi babak baru dalam kariernya di AC Milan. Sistem Ruben Amorim yang menuntut mobilitas tinggi dan pressing agresif tidak sepenuhnya sesuai dengan karakter permainan legenda Kroasia itu. Namun, Amorim menyadari bahwa kontrol permainan yang diberikan Modric tetap bernilai tinggi. Solusi terbaik adalah penggunaan Modric secara situasional, terutama dalam pertandingan di mana Milan mampu mendominasi penguasaan bola.