SKORBOLA365 – Arsenal mengawali musim 2026/2027 dengan rekor sempurna: tiga kemenangan di Liga Premier, satu trofi Community Shield, dan kemenangan tandang 1-0 atas Napoli di laga pembuka Liga Champions. Martin Odegaard menjadi kunci. Kapten asal Norwegia itu telah mencetak empat gol dari lima pertandingan di semua kompetisi, termasuk gol kemenangan berturut-turut melawan Chelsea dan Napoli. Musim lalu, ia hanya mencetak satu gol dari 36 penampilan karena cedera berkepanjangan. Kini, dengan kebugaran penuh dan peran taktis yang lebih leluasa, Odegaard kembali menjadi pemain yang paling berbahaya di lini serang Arsenal.
Arsenal di Ambang Sejarah: Gelar Ganda yang Nyaris Terwujud
Arsenal menutup musim 2025/2026 dengan pencapaian luar biasa: juara Liga Premier untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, dan melaju ke final Liga Champions. Dua trofi itu nyaris mereka raih dalam satu musim yang sama — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub.
Baca Juga: Man of the Match Napoli vs Arsenal: Martin Odegaard, Sang Penentu Kemenangan The Gunners
Liga Premier 2025/2026: Akhir Penantian 22 Tahun
Arsenal memastikan gelar juara Liga Premier pada 20 Mei 2026, setelah Manchester City ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth. The Gunners mengakhiri musim dengan 85 poin dari 38 pertandingan — 26 kemenangan, 7 imbang, dan 5 kekalahan, dengan selisih gol +44. Ini adalah trofi Liga Premier keempat Arsenal di era modern, dan yang pertama sejak musim 2003/2004 di bawah Arsene Wenger.
Keberhasilan ini terasa lebih istimewa karena hadir setelah tiga musim beruntun Arsenal hanya mampu finis sebagai runner-up. Mikel Arteta, yang menangani Arsenal sejak Desember 2019, menjadi mantan pemain Premier League pertama yang berhasil membawa klubnya meraih trofi liga sebagai pelatih kepala.
Final Liga Champions: Patah Hati di Budapest
Arsenal melaju ke final Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Atletico Madrid di semifinal dengan agregat 2-1. Sepanjang perjalanan ke final, Arsenal menjadi satu-satunya tim yang tidak tersentuh kekalahan — menyapu bersih delapan laga babak awal dan meraih tiga kemenangan serta tiga imbang di fase gugur.
Namun, di final yang digelar di Budapest, Arsenal harus mengakui keunggulan Paris Saint-Germain. Kekalahan itu meninggalkan luka mendalam, terutama karena Arsenal hanya berjarak satu pertandingan dari menyempurnakan gelar ganda yang belum pernah terjadi dalam sejarah klub.
Transformasi Martin Odegaard: Dari Cedera ke Performa Terbaik
Perbedaan antara Odegaard musim lalu dan musim ini sangat kontras. Musim lalu: satu gol dari 36 penampilan. Musim ini: empat gol dari lima pertandingan. Apa yang berubah?
Masalah Cedera yang Mengganggu Musim Lalu
Odegaard melewatkan sebagian besar musim 2025/2026 karena serangkaian cedera: pergelangan kaki, bahu, lutut, dan masalah otot, disertai penyakit. Ia hanya bermain lebih dari 60 menit dalam 11 pertandingan Liga Premier sepanjang musim lalu–. Bahkan, ia sempat ditarik dari tim nasional Norwegia pada Agustus 2026 karena cedera ligamen kolateral medial pada lutut kirinya.
Kritik pun datang, termasuk dari mantan kapten Arsenal Tony Adams, yang mempertanyakan kelayakan Odegaard sebagai kapten. Namun, selepas membawa Norwegia ke perempat final Piala Dunia 2026, Odegaard kembali ke Arsenal dengan kondisi fisik yang jauh lebih bugar.
Perubahan Taktis Arteta: Keleluasaan di Area Berbahaya
Arteta mengubah cara Arsenal menggunakan Odegaard. Jika sebelumnya ia lebih sering bertahan di lini tengah untuk mengatur serangan, kini ia diberi kebebasan untuk masuk ke area kotak penalti lawan saat fase menyerang.
“Ketika kami bisa membuatnya memasuki zona serangan, ia adalah pemain yang sangat berbahaya,” kata Arteta.
Perubahan ini terlihat jelas dalam statistik. Sentuhan bola Odegaard di kotak penalti lawan meningkat dari rata-rata 2,5 per 90 menit musim lalu menjadi 4,3 per 90 menit musim ini. Arteta menjelaskan bahwa dengan lebih banyak pemain yang mampu membawa bola ke depan, Odegaard harus menempati posisi yang lebih tinggi untuk menciptakan ketidakseimbangan bagi lawan.
Data yang Membuktikan Kebangkitan Odegaard
| Statistik | Musim 2025/2026 | Musim 2026/2027 |
|---|---|---|
| Gol (semua kompetisi) | 1 dari 36 laga | 4 dari 5 laga |
| Sentuhan di kotak penalti lawan (per 90 menit) | 2,5 | 4,3 |
| Gol kemenangan berturut-turut | — | vs Chelsea, vs Napoli |
Dalam kemenangan 1-0 atas Napoli di Liga Champions, Odegaard tidak hanya mencetak gol. Ia juga menciptakan peluang terbanyak (6), memiliki sentuhan bola terbanyak (120), dan terlibat dalam 19 aksi di sepertiga akhir lapangan — terbanyak dari semua pemain. Golnya pada menit ke-75 tercipta dari tembakan keras dari luar kotak penalti setelah memanfaatkan umpan tipis Christos Tzolis.
Mengapa Awal Musim 2026/2027 Berbeda?
Kebugaran Fisik dan Chemistry dengan Pemain Baru
Arteta menyebut kebugaran sebagai faktor utama. “Pertama-tama, ia lebih bugar. Tahun lalu, ia melewatkan begitu banyak pertandingan karena cedera. Ia kini memiliki ketajaman ekstra serta kombinasi permainan yang lebih baik,” ujar Arteta.
Chemistry dengan pemain baru juga berperan. Christos Tzolis, yang didatangkan pada bursa transfer musim panas 2026, telah mencatatkan empat assist musim ini — tiga di antaranya untuk Odegaard. Arteta juga menyebut bahwa Odegaard kini memiliki “hubungan yang berbeda” dengan pemain-pemain di sekitarnya.
Kemenangan atas Chelsea dan Napoli: Dua Momen Penentu
Dua gol kemenangan berturut-turut Odegaard — melawan Chelsea di Liga Premier dan Napoli di Liga Champions — menjadi penanda kebangkitannya. Melawan Chelsea, Odegaard mencetak gol kemenangan 2-1 setelah menerima backheel dari Kai Havertz. Melawan Napoli, ia mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1-0 yang memastikan Arsenal mengawali Liga Champions dengan tiga poin penuh.
Arteta menggambarkan Odegaard sedang bermain dengan “kegembiraan yang nyata” dan merasa memiliki sesuatu untuk dibuktikan setelah dua musim yang terganggu cedera.
Apa Arti Performa Ini bagi Peluang Arsenal di Liga Champions?
Arsenal memasuki Liga Champions 2026/2027 sebagai runner-up musim lalu. Kemenangan atas Napoli menunjukkan bahwa mereka belajar dari pengalaman pahit di final. Meski mendominasi pertandingan dengan 26 tembakan — rekor klub untuk laga tandang Liga Champions — Arsenal hanya menang 1-0. Arteta sendiri mengakui bahwa skor seharusnya bisa lebih besar jika penyelesaian akhir lebih akurat.
Namun, kemampuan Arsenal untuk menang meski tidak dalam performa terbaik adalah tanda tim juara. Dengan Odegaard yang kembali produktif, lini serang Arsenal memiliki dimensi baru: seorang kapten yang tidak hanya mengatur permainan, tetapi juga menjadi finisher di momen-momen krusial.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Arsenal masih memiliki kekhawatiran soal kedalaman lini depan setelah melepas Leandro Trossard, Gabriel Jesus, dan Gabriel Martinelli tanpa mendatangkan pengganti yang setara. Namun, jika Odegaard, Saka, dan Havertz tetap bugar, Arsenal memiliki modal yang cukup untuk bersaing di dua kompetisi sekaligus.
5. FAQ
Apakah Arsenal juara Liga Premier 2025/2026?
Ya. Arsenal meraih gelar Liga Premier pertama mereka sejak 2004 setelah Manchester City ditahan imbang Bournemouth pada 20 Mei 2026. Arsenal mengakhiri musim dengan 85 poin.
Berapa gol Martin Odegaard musim ini?
Odegaard telah mencetak empat gol dari lima pertandingan di semua kompetisi musim 2026/2027, termasuk gol kemenangan melawan Chelsea dan Napoli.
Apa yang menyebabkan kebangkitan Odegaard?
Dua faktor utama: kebugaran fisik yang lebih baik setelah bebas dari cedera, dan perubahan taktis yang memberinya kebebasan untuk masuk ke area kotak penalti lawan lebih sering.
Apakah Arsenal masih bisa meraih gelar ganda musim ini?
Arsenal memiliki modal untuk bersaing di Liga Premier dan Liga Champions. Namun, kedalaman lini depan menjadi tantangan setelah kepergian beberapa pemain menyerang tanpa pengganti setara.
Di stadion mana Arsenal mengalahkan Napoli?
Arsenal mengalahkan Napoli 1-0 di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, pada laga pembuka Liga Champions 2026/2027


