SKORBOLA365 menyajikan laporan lengkap laga leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26. Arsenal berhasil memastikan langkah ke semifinal setelah bermain imbang 0-0 melawan Sporting CP di Stadion Emirates, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Hasil ini cukup untuk mengamankan keunggulan agregat 1-0 berkat gol Kai Havertz pada leg pertama di Lisbon pekan lalu.
Baca Juga : Juventus diyakini genggam tiket Liga Champions versi SKOR BOLA 365
Jalannya Pertandingan: Dominasi Tanpa Gol
Arsenal yang bermain di kandang langsung mengambil inisiatif sejak menit awal. Tim asuhan Mikel Arteta menerapkan bola-bola panjang untuk meneror pertahanan Sporting. Namun, hingga 15 menit pertama, nyaris tidak tercipta peluang berbahaya dari kedua tim.
Pada menit ke-19, Viktor Gyokeres melepaskan tembakan dari sudut kotak penalti. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar gawang. Sepuluh menit berselang, Gyokeres kembali mendapat peluang, tetapi gagal dikonversi menjadi gol setelah bola direbut oleh lawan.
Sporting bukan tanpa ancaman. Pada menit ke-31, Pedro Goncalves melepaskan tembakan yang masih melambung di atas gawang David Raya. Namun, Arsenal tetap menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 58 persen.
Momen Krusial Sebelum Turun Minum:
-
Arsenal mendikte irama permainan dengan umpan-umpan pendek dan pergerakan tanpa bola
-
Sporting beberapa kali terjebak offside akibat garis pertahanan tinggi The Gunners
-
Declan Rice terus dijaga ketat, dipasangi pemain khusus setiap kali menguasai bola
Babak Kedua: Peluang Emas yang Terbuang
Memasuki babak kedua, Arsenal langsung meningkatkan intensitas. Pada menit ke-55, Gabriel Martinelli melepaskan tembakan voli dari dalam kotak penalti. Upayanya itu masih melambung di atas gawang.
Semenit kemudian, giliran Noni Madueke yang membuang peluang emas. Ia gagal mengarahkan tembakannya ke gawang saat mendapatkan kesempatan di kotak penalti.
Arsenal terus menekan. Eberechi Eze menjadi pemain paling hidup di lini serang The Gunners. Ia beberapa kali melepaskan tembakan dari jarak jauh, tetapi belum menemui sasaran.
Pada menit ke-83, Leandro Trossard yang masuk sebagai pemain pengganti menyambut umpan sepak pojok dengan sundulan. Bola mengenai tiang gawang. Gol tak kunjung tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Susunan Pemain Lengkap
Arsenal (4-3-3):
David Raya; Cristhian Mosquera, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice (kapten), Eberechi Eze (Gabriel Jesus 80′); Noni Madueke (Max Dowman 64′), Gabriel Martinelli (Leandro Trossard 80′), Viktor Gyokeres (Kai Havertz 57′)
Sporting CP (4-2-3-1):
Rui Silva; Quaresma (Georgios Vagiannidis 86′), Ousmane Diomande, Goncalo Inacio, Maximiliano Araujo; Morten Hjulmand (kapten), Hidemasa Morita (Joao Simoes 78′); Geny Catamo (Geovany Quenda 72′), Pedro Goncalves (Daniel Braganca 72′), Francisco Trincao (Rafael Nel 86′); Luis Suarez
Statistik Kunci Pertandingan
Berikut adalah data statistik yang menunjukkan dominasi Arsenal dalam penguasaan bola, tetapi ketajaman yang menjadi masalah:
-
Penguasaan Bola Arsenal: 58% vs Sporting 42%
-
Total Tembakan Arsenal: 12 vs Sporting 6
-
Tembakan Tepat Sasaran: Arsenal 3 vs Sporting 1
-
Peluang Emas yang Terbuang: Arsenal 2 kali (Martinelli, Madueke), Sporting 1 kali (Catamo)
-
Clean Sheet: Arsenal mencatatkan clean sheet ke-4 di Liga Champions musim ini
Pahlawan yang Tak Terlihat: Declan Rice
Declan Rice layak mendapatkan penghargaan khusus dalam laga ini. Gelandang Inggris itu bermain dengan kondisi yang sangat buruk. Arteta mengungkapkan bahwa Rice “shattered” pada Selasa dan tampaknya tidak memiliki peluang untuk bermain.
Namun, Rice memaksakan diri untuk tampil. Ia menjadi kapten tim malam itu dan bermain penuh 90 menit. Arteta memuji semangat juang Rice yang luar biasa.
“Dia sangat kelelahan dan tidak punya kesempatan untuk bermain. Dia tidak merasa baik sama sekali, tetapi dia memberikan segalanya,” ujar Arteta kepada YSScores.
Rice menyelesaikan laga dengan akurasi passing mencapai 97 persen dari 39 percobaan di babak pertama. Meski tidak terlalu menonjol secara ofensif, kehadirannya di lini tengah memberikan stabilitas yang dibutuhkan Arsenal.
Reaksi Pelatih: Arteta Bersyukur dan Waspada
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian timnya. Ia menyebut lolos ke semifinal dua musim beruntun adalah momen bersejarah bagi klub.
*”Ini adalah momen yang luar biasa. Ini pertama kalinya dalam sejarah kami, dalam 140 tahun, kami lolos ke semifinal dua kali berturut-turut. Anda harus mendapatkannya dengan banyak kerja keras,”* kata Arteta kepada TNT Sports.
Namun, Arteta juga tidak menutup mata atas performa timnya yang kurang meyakinkan. Ia mengakui bahwa Arsenal harus banyak berbenah.
“Kami memiliki momen di babak pertama di mana kami seharusnya bisa mencetak gol. Ada momen dengan bola di mana kami harus banyak meningkatkan, memiliki lebih banyak kontrol, dominasi, dan menyelesaikan lebih banyak peluang,” ujar Arteta seperti dilansir TNT Sports.
Arteta juga menegaskan bahwa mentalitas tim menjadi kunci keberhasilan mereka melewati laga mencekam ini.
*”Ya, 100 persen, saya melihat semangat yang saya minta dari para pemain, terutama di momen-momen sulit, ketika kami kehilangan bola dan dalam situasi yang tidak biasa bagi kami. Tingkat keinginan dari semua orang jelas terlihat di lapangan; setiap pemain siap memberikan segalanya untuk tim,”* tegasnya.
Analisis: Mengapa Arsenal Tampil Melempem?
Kemenangan agregat 1-0 memang membawa Arsenal ke semifinal. Namun, performa The Gunners dalam dua leg melawan Sporting jauh dari kata meyakinkan.
Pertama, Arsenal kehilangan kreativitas di lini tengah. Absennya Martin Odegaard dan Bukayo Saka karena cedera membuat tim kehilangan dua motor serangan utama.
Kedua, Viktor Gyokeres yang diharapkan menjadi pembeda justru tampil di bawah performa. Striker Swedia itu hanya mencatatkan 11 sentuhan di babak pertama dan gagal memanfaatkan peluang yang ada.
Ketiga, ketidakmampuan Arsenal memanfaatkan peluang emas. Martinelli, Madueke, dan Trossard masing-masing memiliki peluang untuk mencetak gol, tetapi semuanya terbuang sia-sia.
Joe Cole, legenda sepak bola Inggris, memberikan analisis yang tajam.
“Jika ini adalah Bayern Munich, Paris Saint-Germain, atau Real Madrid malam ini, Arsenal akan tersingkir. Mereka tidak dalam performa terbaik mereka,” kata Cole kepada TNT Sports.
Dampak Klasemen dan Jadwal Semifinal
Keberhasilan Arsenal lolos ke semifinal membawa konsekuensi pada jadwal padat mereka. The Gunners akan menghadapi Atletico Madrid dalam dua leg.
Jadwal Semifinal Liga Champions:
-
Leg 1 (kandang Atletico): Kamis, 30 April 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid
-
Leg 2 (kandang Arsenal): Rabu, 6 Mei 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion Emirates, London
Sebelum itu, Arsenal masih harus menghadapi laga krusial di Premier League. Mereka akan bertemu Manchester City di Etihad Stadium pada akhir pekan ini. Laga ini bisa menentukan nasib The Gunners dalam perburuan gelar liga yang sudah 22 tahun mereka idam-idamkan.
Fakta Menarik dan Rekor Sejarah
Keberhasilan Arsenal lolos ke semifinal untuk kedua kalinya secara beruntun mencatatkan sejarah baru bagi klub.
-
Arsenal menjadi tim Inggris pertama yang lolos ke semifinal Liga Champions dua musim beruntun sejak Liverpool 2017-2019
-
Arsenal mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang melawan klub Portugal (6 menang, 2 imbang dalam 8 pertemuan)
-
David Raya mencatatkan 4 clean sheet di Liga Champions musim ini, terbanyak kedua setelah kiper Inter Milan
-
Arsenal hanya kebobolan 3 gol sepanjang perjalanan ke semifinal, rekor pertahanan terbaik kedua di kompetisi
Perbandingan dengan Tim Lain yang Lolos
Pada hari yang sama, Bayern Munchen juga berhasil melaju ke semifinal setelah membantai Real Madrid dengan skor agregat 6-3. Performa meyakinkan Die Roten menjadi kontras dengan perjuangan keras Arsenal.
PSG dan Atletico Madrid menjadi dua tim lain yang telah memastikan tempat di empat besar. Arsenal akan berhadapan dengan Atletico, tim yang dikenal dengan pertahanan kokoh dan serangan balik mematikan.
Fokus ke Depan: Pekerjaan Rumah bagi Arteta
Arteta memiliki pekerjaan rumah besar sebelum menghadapi Atletico Madrid. Arsenal harus meningkatkan produktivitas gol mereka. Dalam dua leg melawan Sporting, The Gunners hanya mencetak satu gol—itupun di menit-menit akhir leg pertama.
Absennya Odegaard dan Saka masih menjadi masalah serius. Arsenal sangat bergantung pada kreativitas kedua pemain tersebut. Tanpa mereka, lini serang Arsenal terlihat tumpul dan mudah ditebak.
Noni Madueke yang menjadi andalan di sisi kanan harus ditarik keluar pada menit ke-64 karena cedera lutut. Arteta mengakui bahwa cedera Madueke cukup serius. Ini menjadi pukulan tambahan bagi Arsenal yang sudah kehilangan banyak pemain.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Arsenal vs Sporting CP
Apa hasil akhir pertandingan Arsenal vs Sporting CP pada 16 April 2026?
Arsenal bermain imbang 0-0 melawan Sporting CP dalam leg kedua perempat final Liga Champions. Hasil ini cukup membawa Arsenal lolos ke semifinal berkat keunggulan agregat 1-0.
Siapa saja pencetak gol dalam laga Arsenal vs Sporting CP?
Tidak ada gol yang tercipta dalam pertandingan ini. Satu-satunya gol dalam dua leg dicetak oleh Kai Havertz pada leg pertama di Lisbon.
Siapa pemain terbaik dalam laga Arsenal vs Sporting CP?
Declan Rice dinobatkan sebagai pemain terbaik meskipun tampil dalam kondisi cedera. Ia menjadi kapten tim dan bermain penuh 90 menit dengan akurasi passing mencapai 97 persen.
Kapan Arsenal akan bermain di semifinal Liga Champions?
Arsenal akan menghadapi Atletico Madrid dalam dua leg. Leg pertama digelar di Madrid pada 30 April 2026, sedangkan leg kedua di London pada 6 Mei 2026.
Mengapa performa Arsenal kurang meyakinkan dalam laga ini?
Arsenal kehilangan beberapa pemain kunci akibat cedera, termasuk Martin Odegaard dan Bukayo Saka. Selain itu, lini depan The Gunners gagal memanfaatkan peluang emas yang ada.
Kesimpulan: Lolos dengan Cara yang Bikin Deg-degan
Hasil Arsenal vs Sporting CP pada 16 April 2026 menjadi bukti bahwa sepak bola tidak selalu tentang penampilan cantik. Arsenal lolos ke semifinal, tetapi dengan cara yang membuat para pendukungnya menahan napas hingga peluit akhir dibunyikan.
SKORBOLA365 menilai bahwa Arsenal masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Lini serang yang tumpul dan ketergantungan pada pemain tertentu menjadi kelemahan yang harus segera diperbaiki. Namun, mentalitas tim yang mampu bertahan di bawah tekanan patut diapresiasi.
Semifinal melawan Atletico Madrid akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Diego Simeone dikenal sebagai ahli dalam turnamen knockout. Arsenal harus tampil jauh lebih baik jika ingin melangkah lebih jauh. Akankah Arteta mampu membenahi timnya dalam dua pekan ke depan? Semua akan terjawab di akhir bulan ini.

