Saka Sebut Timnas Inggris Masih Membawa “Luka” Piala Dunia 2026

SKORBOLA365 Bukayo Saka mengungkapkan bahwa Timnas Inggris masih membawa “luka” emosional akibat kekalahan menyakitkan di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Pernyataan ini disampaikan saat skuad Inggris kembali berkumpul untuk pertama kalinya sejak turnamen tersebut berakhir.

Apa yang Dikatakan Saka?

Dalam wawancara dengan BBC Radio 5 Live pada Rabu (23/9/2026), Saka mengaku timnya belum sepenuhnya pulih dari kekecewaan tersebut. “Jelas, masih ada luka di dalam diri kami,” kata Saka. “Ketika kamu percaya, semua orang begitu bersatu dan begitu yakin kami bisa melakukannya — bukan hanya kami, tapi seluruh negeri.”

Baca Juga: Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU? Fakta & Analisis Terbaru

Saka menambahkan bahwa luka itu tidak bisa hilang begitu saja. “Kamu mencoba move on secepat mungkin, tapi kamu tahu, luka ya tetap luka. Dia akan sembuh saat waktunya sembuh sendiri,” ujarnya.

pielmatic.site

Kutipan Lengkap Saka

Berikut kutipan lengkap pernyataan Saka:

“Jelas, masih ada luka di dalam diri kami. Ketika kamu percaya, dan semua orang begitu bersatu dan yakin kami bisa melakukannya — bukan hanya kami, tapi seluruh negeri. Kami mencoba menutup babak itu sekarang dan fokus pada musim internasional baru yang akan datang. Kamu mencoba move on secepat mungkin, tapi kamu tahu, luka adalah luka, dia memutuskan sembuh saat dia sembuh sendiri.”

Pernyataan ini muncul setelah Thomas Tuchel menggelar pertemuan dengan skuad pada Selasa (22/9/2026) untuk membahas apa yang terjadi di Piala Dunia dan mengalihkan fokus ke Piala Eropa 2028 yang akan digelar di Inggris.

Kekalahan yang Menyakitkan di Semifinal

Inggris berada di ambang sejarah. Mereka hanya butuh bertahan selama beberapa menit lagi untuk mencapai final Piala Dunia pertama sejak 1966. Tapi Argentina punya rencana lain.

Kronologi Pertandingan

Pertandingan semifinal yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada 15 Juli 2026 itu berjalan dramatis. Inggris unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Morgan Rogers mengirim umpan dan Gordon menyelesaikan peluang dari tiang jauh.

Inggris nyaris menambah keunggulan. Namun Argentina mulai menekan. Alexis Mac Allister dua kali membentur tiang gawang. Pada menit ke-85, Enzo Fernandez menyamakan kedudukan dengan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Petaka datang di menit kedua masa tambahan waktu. Lautaro Martinez, yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-81, menyundul umpan akurat dan mengirim Argentina ke final. Inggris kalah 1-2.

Keputusan Tuchel yang Dipertanyakan

Tuchel mendapat kritik tajam setelah pertandingan. Inggris hanya menguasai 12 persen penguasaan bola setelah unggul, dan Tuchel memilih pemain pengganti bertahan untuk mempertahankan keunggulan. Saka, yang duduk di bangku cadangan, tidak dimasukkan sama sekali.

Ironinya, tiga hari kemudian Saka masuk sebagai starter di perebutan tempat ketiga dan mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-4 atas Prancis. Keputusan untuk tidak memainkannya di semifinal pun semakin dipertanyakan.

Saka sendiri mengakui bahwa tidak bermain di pertandingan sebesar itu terasa berat. “Ada banyak pembicaraan dan spekulasi tentang keputusan di laga Argentina, tapi bagi saya, memang berat untuk tidak masuk,” ujarnya kepada talkSPORT.

Peran Saka di Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 bukan turnamen yang mudah bagi Saka. Ia berjuang melawan cedera Achilles yang membatasi performanya sepanjang turnamen.

Cedera Achilles yang Mengganggu

Saka telah membawa cedera Achilles sejak Maret 2026. Cedera itu membuatnya hanya mencatat 25 penampilan sebagai starter di Premier League saat Arsenal meraih gelar juara pertama dalam 22 tahun.

Tuchel secara terbuka mengakui bahwa kondisi Saka harus dikelola dengan hati-hati. “Kami masih harus berhati-hati dengan Bukayo yang mengalami cedera pada Maret dan membawanya sepanjang musim klub,” kata Tuchel dalam konferensi pers sebelum turnamen.

Saka sendiri menyebut keputusan untuk tetap bermain sebagai “gambaran besar”. “Sebagai pemain, ini adalah gambaran terbesar, terutama jika kamu tidak merasa dalam kondisi terbaik,” katanya. “Saya senang mengambil risiko itu. Itu terbayar.”

Hat-trick di Perebutan Tempat Ketiga

Jika ada satu momen yang menunjukkan kualitas Saka, itu adalah penampilannya di perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Saka mencetak tiga gol dalam kemenangan 6-4 — hasil yang memberi Inggris medali perunggu, pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak 1966.

Saka mencetak gol pada menit ke-37 dan masa tambahan waktu babak pertama, lalu melengkapi hat-trick lewat penalti pada menit ke-87. Ini adalah hat-trick kedua Saka untuk Timnas Inggris.

Mengapa “Luka” Itu Penting bagi Masa Depan Timnas Inggris

Pernyataan Saka tentang “luka” bukan sekadar ungkapan emosional. Ini mencerminkan realitas psikologis yang dihadapi tim yang hampir mencapai puncak tetapi gagal di momen krusial.

Ada beberapa alasan mengapa luka ini relevan:

Pertama, ini menunjukkan bahwa skuad Inggris memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak puas dengan medali perunggu. Mereka tahu bahwa mereka seharusnya bisa melangkah lebih jauh.

Kedua, luka ini bisa menjadi bahan bakar. Saka sendiri pernah mengatakan bahwa rasa sakit akibat kekalahan di Piala Dunia akan memacu Inggris untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Ketiga, ini adalah momen pembelajaran. Tuchel telah menggelar pertemuan dengan skuad untuk membahas apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki menjelang Piala Eropa 2028 di kandang sendiri.

Langkah Selanjutnya: Nations League dan Piala Eropa 2028

Inggris tidak punya waktu lama untuk meratapi luka. Mereka langsung menghadapi jadwal padat Nations League. Pertandingan pertama adalah melawan juara dunia Spanyol di Wembley pada 26 September 2026.

“Kami punya empat pertandingan grup yang besar dan sulit untuk mencoba lolos ke babak knockout Nations League, dan kami sepenuhnya fokus pada itu,” kata Saka.

Setelah Nations League, fokus akan beralih ke Piala Eropa 2028 yang akan digelar di Inggris. Ini adalah kesempatan bagi Inggris untuk mengakhiri penantian trofi yang panjang di hadapan pendukung sendiri.

Luka dari Atlanta mungkin belum sembuh. Tapi seperti kata Saka, luka akan sembuh saat waktunya sembuh sendiri. Dan ketika itu terjadi, Inggris berharap bisa tampil lebih kuat.

5. FAQ

Apakah Bukayo Saka bermain di semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina?

Tidak. Saka tidak dimainkan sama sekali dalam kekalahan 1-2 dari Argentina. Ia duduk di bangku cadangan selama 90 menit penuh. Pelatih Thomas Tuchel memilih pemain pengganti bertahan untuk mempertahankan keunggulan 1-0.

Mengapa Saka tidak dimainkan di semifinal?

Ada dua alasan utama. Pertama, keputusan taktik Tuchel yang memilih pemain bertahan untuk menjaga keunggulan. Kedua, Saka sedang mengelola cedera Achilles yang membatasi menit bermainnya sepanjang turnamen.

Apa yang dimaksud Saka dengan “luka” Piala Dunia?

Saka merujuk pada kekecewaan emosional yang masih dirasakan skuad Inggris setelah kalah di semifinal dari Argentina. Inggris hanya butuh beberapa menit lagi untuk mencapai final Piala Dunia pertama sejak 1966.

Bagaimana performa Saka di Piala Dunia 2026 secara keseluruhan?

Saka tampil dalam beberapa pertandingan meski dibatasi cedera Achilles. Momen terbaiknya adalah hat-trick dalam kemenangan 6-4 atas Prancis di perebutan tempat ketiga, yang memberinya gelar Player of the Match.

Kapan Inggris akan bermain lagi setelah Piala Dunia 2026?

Inggris menghadapi Spanyol di Wembley pada 26 September 2026 dalam laga pembuka Nations League. Ini akan menjadi pertemuan ulang dengan juara dunia yang mengalahkan Inggris di perebutan tempat ketiga? Tidak — Spanyol adalah juara dunia 2026, dan Inggris akan menghadapi mereka di laga pertama Nations League.